Musdalub Digelar Karena Adjeng Tidak Memiliki Leadership

Musdalub Digelar Karena Adjeng Tidak Memiliki Leadership

- detikNews
Rabu, 22 Okt 2008 15:40 WIB
Musdalub Digelar Karena Adjeng Tidak Memiliki Leadership
Bandung - Digelarnya musyawarah daerah luar biasa (Musdalub) Partai Demokrat Jabar di Hotel Savoy Homann, Rabu (22/10/2008) sore ini, karena Ketua DPD Partai Demokrat Jabar Rd Adjeng Ratna Suminar dinilai tidak memiliki leadership.

"DPP sudah mengamati kondisi DPD Jabar sejak setahun yang lalu. Kondisinya sangat-sangat mengkhawatirkan. Namun saat itu DPP tetap memberikan kesempatan dan peluang kepada ketua DPD untuk memperbaiki," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Nasional Partai Demokrat Yahya Sacawirya saat ditemui di Hotel Savoy Homman, Rabu (22/10/2008).

Ternyata, tambah Yahya, kondisinya makin berlarut-larut sehingga muncul aspirasi dari DPC untuk mengadakan musdalub. Yahya juga menampik tudingan bahwa musdalub diselenggarakan untuk menjegal Adjeng karena Adjeng adalah perempuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bukan karena masalah gender. Tapi ini adalah masalah leadership dan kinerja," tegas Yahya.

Sebelumnya musdalub Partai Demokrat di Hotel Savoy Homann tersebut, didemo oleh 800 kader Partai Demokrat.

Dalam aksi yang berlangsung damai tersebut, para demonstran yang datang dari basis pendukung Adjeng ini menginginkan Adjeng tetap memimpin DPD Partai Demokrat Jabar hingga akhir masanya yakni 2011.

"Tadi mereka (para demonstran - red) saya lihat adalah massa yang belum memiliki hak pilih. Banyak yang dibawah umur. Tapi ya itulah demokrasi. Lagi pula itu juga menunjukkan bahwa Demokrat dicintai rakyat dan SBY didukung oleh rakyat," pungkas Yahya.

Musdalub digelar oleh DPP Partai Demokrat berdasar SK DPP Partai Demokrat bernomor 73/SK/DPP.PD/X/2008. Musdalub ini pun digelar karena adanya desakan dari 23 dari 26 DPC Partai Demokrat se-Jabar.

Disebut-sebut mantan Pangdam III Siliwangi Iwan Sulandjana sekaligus mantan calon Wakil Gubernur Jabar pada Pilgub 2008, sebagai ganti Adjeng. Iwan akan dipilih secara aklamasi. (afz/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini