"DPP sudah mengamati kondisi DPD Jabar sejak setahun yang lalu. Kondisinya sangat-sangat mengkhawatirkan. Namun saat itu DPP tetap memberikan kesempatan dan peluang kepada ketua DPD untuk memperbaiki," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Nasional Partai Demokrat Yahya Sacawirya saat ditemui di Hotel Savoy Homman, Rabu (22/10/2008).
Ternyata, tambah Yahya, kondisinya makin berlarut-larut sehingga muncul aspirasi dari DPC untuk mengadakan musdalub. Yahya juga menampik tudingan bahwa musdalub diselenggarakan untuk menjegal Adjeng karena Adjeng adalah perempuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya musdalub Partai Demokrat di Hotel Savoy Homann tersebut, didemo oleh 800 kader Partai Demokrat.
Dalam aksi yang berlangsung damai tersebut, para demonstran yang datang dari basis pendukung Adjeng ini menginginkan Adjeng tetap memimpin DPD Partai Demokrat Jabar hingga akhir masanya yakni 2011.
"Tadi mereka (para demonstran - red) saya lihat adalah massa yang belum memiliki hak pilih. Banyak yang dibawah umur. Tapi ya itulah demokrasi. Lagi pula itu juga menunjukkan bahwa Demokrat dicintai rakyat dan SBY didukung oleh rakyat," pungkas Yahya.
Musdalub digelar oleh DPP Partai Demokrat berdasar SK DPP Partai Demokrat bernomor 73/SK/DPP.PD/X/2008. Musdalub ini pun digelar karena adanya desakan dari 23 dari 26 DPC Partai Demokrat se-Jabar.
Disebut-sebut mantan Pangdam III Siliwangi Iwan Sulandjana sekaligus mantan calon Wakil Gubernur Jabar pada Pilgub 2008, sebagai ganti Adjeng. Iwan akan dipilih secara aklamasi. (afz/ern)










































