Terancam Terusir, Guru SMKN 15 Resah

Terancam Terusir, Guru SMKN 15 Resah

Baban Gandapurnama - detikNews
Rabu, 22 Okt 2008 15:28 WIB
Terancam Terusir, Guru SMKN 15 Resah
Bandung - Para guru SMKN 15 di Jalan Gatot Subroto kini resah. Mereka dan 800 muridnya terancam terusir dari sekolah yang mereka tempati selama ini, buntut konflik di masa lalu. Nama Probosutedjo, adik tiri mantan Presiden RI almarhum Soeharto pun, disebut-sebut sebagai pemilik hak guna bangunan sekolah tersebut.

Kepala Sekolah SMKN 15 Bandung Erna Ratnasih mengungkapkan pihak sekolah sudah menerima dua kali surat perintah pengosongan bangunan sekolah dari PN Bandung. "Surat pertama kami terima pada Januari 2008 dan surat kedua kami terima Juli 2008 lalu," ujarnya saat ditemui di sekolahnya, Jalan Gatot Subroto, Rabu (22/10/2008).

Surat perintah pengosongan tersebut atas permintaan dari Yayasan Pendidikan Nasional Indonesia (YPNI) yang beralamat di Jalan Ir Juanda No 252. Disebut-sebut dalam surat perintah pengosongan itu, jika hak guna bangunan sekolah milik dari Probosutedjo, adik tiri mantan Presiden RI almarhum Soeharto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sudah mengecek alamat yayasan, ternyata engga ada. Lalu saya juga telah bertemu dengan Pak Probosutedjo tadi pagi, dan beliau mengaku tak mempunyai hak guna bangunan sekolah dan juga tidak pernah merasa menjual ke pihak yayasan karena tak pernah membeli," ujar Erna.

Erna menuturkan konflik sekolah ini bermula saat tahun 1989, saat pihak YPNI yang saat itu ketuanya Tedja Kusumah mengajukan PK dengan menggugat pemerintah. Menurut dokumen yang dimiliki sekolah, kata Erna, gedung sekolah ini dibeli yayasan dari Probosutedjo sebelum tahun 1989.

Namun pada 2000, saat ketua yayasan diduduki oleh Rama Tedja Kusumah, gugatan dicabut kembali. Pada tahun yang sama, Kanwil Depdikbud Jabar saat itu membuat sertifikat tanah.

"Kita bingung sertifikat dari Depdikbud sudah sah, tapi kenapa permintaan eksekusi ini tetap ada. Kami jadi khawatir," ujar Erna.

Luas lahan gedung sekolah 5.600 meter persegi dengan jumlah kelas sebanyak 23. Jumlah total murid sebanyak 856 orang dengan 58 guru. (bbp/ern)



Berita Terkait