Jabar Lumbung Panas Bumi di Indonesia

Jabar Lumbung Panas Bumi di Indonesia

Baban Gandapurnama - detikNews
Rabu, 22 Okt 2008 13:37 WIB
Jabar Lumbung Panas Bumi di Indonesia
Bandung - Di Indonesia panas bumi sebagai energi cukup berpotensi untuk dimanfaatkan. Boleh dikata, panas bumi merupakan sumber energi untuk masa kini dan mendatang. Jabar sendiri menjadi wilayah yang dianggap sebagai lumbung panas bumi di Indonesia.

Potensi panas bumi di Indonesia sebagai sumber energi diprediksi mencapai 27 ribu mega watt. Bahkan, Indonesia dikategorikan sebagai lumbung panas bumi di dunia.

Hal tersebut dijelaskan Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia, Surya Darma. "Untuk energi panas bumi, Indonesia ini merupakan terbesar di dunia. Indonesia ini
lumbungnya," ujar Surya di sela-sela Seminar Panas Bumi di ruang Aula Geologi, Jalan Diponegoro, Rabu (22/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari potensi panas bumi 27 ribu mega watt itu, kapasitas yang saat ini terpasang mencapai 1.052 mega watt atau setara dengan 48 ribu barel minyak bumi. Kapasitas yang terpasang saat ini berada di wilayah pulau jawa dan bali 1,000 MW, Sumatera 12 MW, dan Sulawesi 40 MW.

Menurut Surya, Jawa Barat merupakan lumbung panas bumi di Indonesia. Kapasitas yang terpasang di wilayah Jabar saat ini ialah 970 MW. Lokasi itu berada di area Darajat 255 MW, Salak 375 MW, Kamojang 200 MW dan Wayang Windu 110 MW.

"Bila dilihat potensi secara nasional, wilayah Jawa Barat ialah lumbung panas buminya," ujar Surya yang juga sebagai Dirops PT Pertamina Geothermal Energi.

Surya menambahkan, energi panas bumi relatif sangat murah. Harganya berkisar antara 7-9 sen dollar AS per kwh. "Jauh lebih murah dibanding minyak bumi yang mencapai 22 sen dollar AS per kwh," jelasnya.

Menurut Surya, potensi panas bumi di Indonesia yang diprediksi terbesar di dunia ini belum tergarap maskimal. Hal tersebut, kata dia, disebabkan energi panas bumi masih menjadi sumber energi alternatif. Bukan sumber energi utama.

"Karena itu perlu dilakukan persamaan persepsi dari semua stakeholder, agar panas bumi bisa menjadi sumber energi utama di tanah air. Panas bumi merupakan sumbe andalan energi masa kini dan mendatang. Ya, harus segera dimanfaatkan segera," ungkapnya.

Acara Seminar Panas Bumi digelar Indonesia Power dengan bertajuk "Optimalisasi Pemanfaatan Potensi Panas Bumi di Sektor Ketenagalistrikan, Masa Depan dan Tantangan yang Dihadapi"

Hadir sebagai pembicara antara lain, Dirjen Mineral, Batubara dan Panas Bumi, diwakili oleh Kasubdin Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Yunus Saifulhak, Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia Surya Darma, Manager Program Studi Magister Teknik Panas Bumi ITB Nenny Miryani Saptadji, dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral diwakili oleh Direktur Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Ratna Ariaati. (bbp/ern)


Berita Terkait