"Bukan September kami di PHK, tapi pada 1 Juli semua karyawan di-PHK," ujar salah satu karyawan MQTV yang di-PHK saat dihubungi detikbandung, Selasa (21/10/2008). Dengan alasan menjaga keselamatannya, dia meminta identitasnya disembunyikan.
Dia menuturkan sehari sebelum di-PHK, MQ TV melakukan siaran langsung berupa acara anak 'Bintang Kecil'. Acara itu, menghadirkan sekitar 300 orang di studio. "Makanya kami kaget sekali, esoknya kami semua dikumpulkan oleh Pak Dudung (Dirut MQ TV) dan Pak Eka (Direktur Operasional MQ TV) dan kami di-PHK," katanya.
Menurutnya, itu kali pertama para karyawan bertemu dengan direksi setelah gaji bulan Mei telat dibayarkan. Sebelumnya tak ada pemberitahuan mengenai kondisi keuangan perusahaan. "Makanya kami kaget sekali, tiba-tiba kami semua di-PHK. Bahkan belakangan kami tahu, kenapa pada saat siaran terakhir kami diburu-buru, ternyata esoknya listrik dan telepon mati karena belum bayar," tuturnya.
Pada saat pertemuan itu, para karyawan dijanjikan gaji dua bulan yang belum dibayarkan dan pesangon akan diberikan pada awal Agustus. Namun, hal itu tak ditepati.
"Hanya ada satu teman kami yang dibayarkan gajinya, itu pun setelah dia ngejar direksi ke sana ke mari, pokoknya seperti debt collector. Malah dia SMS Aa Gym. Mungkin Aa marahin direksi MQ, makanya gaji dua bulan yang telat dibayarkan. Sementara pesangon belum diberikan," tuturnya.
Sementara puluhan karyawan lainnya menerima gaji dua bulan yang telat itu pada pertengahan Agustus lalu. Sedangkan untuk pesangon, dijanjikan akan dibayarkan pada September.
"Itu pun hanya isapan jempol, karena hingga hari ini kami belum terima uang pesangon," katanya.
Sebelumnya, Dirut MQ TV Dudung Abdul Ghani mengatakan perusahaan telah mem-PHK 60 dari 63 karyawan MQ TV untuk efisiensi. Dudung mengaku proses PHK belum selesai, karena uang pesangon belum dibayarkan. (ern/ern)











































