Dalam pernyataannya yang dibacakan oleh Sekertaris AJI Bandung Mulyani Hasan, upah itu dihitung dari kebutuhan pangan, sandang, perumahan, hingga kebutuhan lainnya.
Kebutuhan untuk makanan dan minuman jurnalis lajang sekitar Rp 1 juta per bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk kebutuhan lainnya, yang didalamnya termasuk transportasi kerja, komunikasi, koran atau majalah, menyicil laptop selama 36 bulan untuk keperluan bekerja, AJI Bandung mengeluarkan angka Rp 1.3 juta.
Menurut Mulyani dari 14 media lokal cetak, radio, maupun televisi yang disurvey, masih banyak perusahaan yang memberikan upah pada wartawannya hanya Rp 500 ribu.
14 media yang disurvey adalah Pikiran Rakyat, Tribun Jabar, Galamedia, Radar Bandung, majalah Mangle, Galura, Radio Cosmo, Rase FM, Radio Walagri, Radio Garuda, Radio MGT, STV, Bandung TV, dan PJTV.
"Dari 14 media yang disurvey, media yang mendekati upah layak minimum, baru PR sebesar Rp 3 juta untuk tahun pertama. Berikutnya adalah Tribun Jabar, STV meskipun masih jauh dari angka upah layak minimum," ujar Yani, panggilan Mulyani. (ern/afz)











































