ATM di Jabar Dipasangi Alat Pengaman

ATM di Jabar Dipasangi Alat Pengaman

Baban Gandapurnama - detikNews
Jumat, 17 Okt 2008 18:07 WIB
ATM di Jabar Dipasangi Alat Pengaman
Bandung - Untuk menekan kasus kejahatan di Anjungan Transaksi Mandiri (ATM) di Jabar, Polda Jabar bekerja sama dengan perbankan untuk memasang alat pengaman yang disimpan di mesin ATM. Jika ada orang yang akan menjebol mesin ATM, alat itu akan memberikan sinyal yang langsung diterima oleh Polsek setempat hingga Polda Jabar.

Kapolda Jabar Irjen Pol Susno Duadji mengatakan meski angka kejahatan ATM dalam beberapa bulan terakhir ini sudah menurun, namun ke depan polisi akan bekerjasama dengan perbankan untuk mengamankan mesin ATM.

"Ke depannya akan dipasang alat di mesin ATM. Jadi saat ATM dijebol nanti akan ada sinyal yang bisa langsung terdeteksi oleh Polsek hingga Polda Jabar," ujarnya usai menerima bantuan motor dari BRI di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Jumat (17/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama ini, kata dia, selain pemasangan CCTV oleh perbankan dan juga satpam, polisi juga terus menerus berpatroli.

Menurutnya selama dia menjabat sebagai Kapolda sejak Januari hingga Maret, sudah ada 30 kasus kejahatan ATM. Namun, kata dia, sejak penangkapan komplotan pembobol BCA di Subang pada April 2008, tak ada lagi kasus pembobolan ATM di Jabar.

"Untuk kejahatan di ATM ini, mereka dinilai berani dan sadis juga. Mereka tak tanggung-tanggung melakukan kejahatannya, apalagi dibekali senjata api dan tajam," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Hubungan Lembaga Bank BRI Asmawi Syam mengatakan jumlah ATM BRI di Jabar sebanyak 1.310 ATM, di mana sebanyak 140 ATM dipasangi alat pengaman. "Alat ini nanti akan langsung terdeteksi layanan PASS ( public alert services system) di Polisi," katanya.

Pada bagian lain, Susno yang sebentar lagi akan menduduki jabatan barunya sebagai Kabareskrim Polri berpesan kepada Kapolda baru Irjen Pol Timur Pradopo agar kapolda baru menyayangi wartawan. "Tanpa wartawan engga mungkin pesan saya bisa terdengar oleh masyarakat luas," katanya.

Sementara itu, mengenai kasus yang belum selesai pada masa jabatannya, Susno menyatakan kasus itu pastinya akan diteruskan oleh pemimpin baru. (ern/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads