Ara Sulaeman, pemilik rumah yang merupakan kakek Alwi terlihat terpukul. Dia mengaku tak mengetahui cucu laki-lakinya tengah tidur di kamar lantai dua.
"Saya tidak menyadari cucu saya ada di kamar atas, karena pada saat itu saya sedang berada di bawah. Para tetangga teriak-teriak ada asap, saya pikir itu asap dari tetangga. Saya cek ke atas, api sudah besar dan merambat ke semua ruangan. Baru pada saat itu saya menyadari cucu saya sedang tidur di salah satu kamar. Tapi saya tak bisa apa-apa, karena api sudah membesar," ujarnya saat ditemui di rumahnya, Kamis (16/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya dugaan penyebab kebakaran, Ara menyatakan dirinya menduga api berasal dari hubungan arus pendek. "Saya engga tahu kondisi Alwi, saya engga mau lihat," katanya. Orangtua Alwi tengah bekerja.
Pantauan detikbandung terlihat empat petugas PLN yang datang. Menurut salah seorang petugas, mereka akan memutuskan hubungan arus pendek karena khawatir terjadi hubungan arus pendek. "Di sini kan pemukiman padat, jadi kami khawatir," katanya.
Pantauan detikbandung, lantai dua rumah milik Ara habis hangus terbakar. Genting rumah habis dan material bangunan dari kayu hangus. Kaca jendela lantai atas pun pecah. Sementara lantai bawah, tidak ikut terbakar.
Petugas identifikasi dari Polresta Bandung Barat tampak memeriksa di antara puing-puing rumah yang terbakar. Karena banyaknya ratusan warga yang berkerumun, polisi terpaksa membentangkan police line. Kapolresta Bandung Barat AKBP Pratikno pun turut hadir. (ern/ern)











































