Jalan tembus sepanjang 800 meter tersebut dinilai akan mempermudah akses masuk ke kawasan Binong Jati dan akan menumbuhkan sektor UKM di kawasan tersebut.
"Siang ini saya dipanggil Kadin Kota Bandung untuk bertemu. Bahkan katanya bukan hanya Kadin yang hadir tapi juga Bapeda Kota Bandung. Saya harap-harap cemas, karena biasanya jika dipanggil seperti ini pemerintah mau melempar masalah," ujar Ketua Asoasiasi Pengusaha Rajut Binong Jati, Suyono Wondo saat dihubungi detikbandung, Rabu (15/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wondo juga menambahkan Rancangan Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) kawasan Binong Jati kurang memadai untuk mempromosikan usaha Binong Jati.
"Kita sudah dari dulu minta kepada pemerintah, baik Pemkot Bandung ataupun Pemprov Jabar. Banyak tamu dari luar daerah yang datang mengatakan kalau jalan menuju tempat ini jelek," jelas Wondo.
Selain itu, dengan dibukanya jalan akses dari Jalan Ibrahim Adji (Kiaracondong - red) ke Binong Jati, akan membuat para pengusaha ritel tertarik untuk masuk ke tempat ini.
Akses jalan baru dari Kiaracondong ke Binong Jati hanya membutuhkan 800 meter. Hal itu menurutnya tidak akan sulit karena hanya mengorbankan 4-5 lima rumah saja. (afz/ern)










































