"Tolong embernya jangan dibawa bu, sekali lagi tolong, embernya jangan dibawa," ujar pembawa acara melalui pengeras suara, saat ember hitam yang dipakai untuk acara cuci tangan dibawa para peserta yang merupakan pasangan ibu dan anak.
"Ah yang lain juga bawa pulang, ya udah bawa saja," celetuk seorang ibu sambil membawa ember hitam dan satu tangannya lagi menarik tangan anaknya. Celetukan ibu ini diamini oleh para ibu yang berada di dekatnya, yang juga membawa pulang ember.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acara Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPSS) ini secara serentak dilakukan di empat kota. Selain di Bandung, tiga kota lainnya juga menggelar acara serupa, yaitu di Jakarta, Malang, dan Jogyakarta. Jumlah peserta di empat kota ini, total berjumlah sekitar 40 ribu peserta. Untuk di Bandung, diikuti oleh 5.014 anak dan 5.014 ibu.
Para anak yang masih duduk di bangku SD ini mengenakan seragam merah putih, sementara ibu mereka mengenakan kaus merah. Untuk setiap pasangan ibu dan anak disediakan satu ember, air mineral, dan sabun untuk praktik cuci tangan.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Kepala Dinas Kesehatan Jabar Baniah Patriawati. (ern/ern)











































