Kejadian tersebut berawal saat Bunga, warga kawasan Dipatiukur, menerima telefon salah sambung dari seorang pria berinisial SD (28), Sabtu (11/10/2008). Namun, SD yang selama ini belum dikenal Bunga malah mengajak berkenalan. Singkat cerita, SD pun membuat janji untuk bertemu dengan Bunga. Dan akhirnya, siang itu juga, mereka bersepakat berjumpa di BIP, Jalan Merdeka, Bandung.
"Setelah berkenalan, SD mengajak korban untuk berkunjung ke kosannya di kawasan Babakan Ciparay. Bunga mengaku diperkosa," ujar paman korban, Asep (35), di Mapolwiltabes Bandung, Selasa (14/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat itu, keluarga korban terus mencari keberadaannya. Akhirnya, korban pulang pada Minggu sore," jelas Asep.
Melihat kondisi Bunga terlihat murung dalam beberapa hari ini, membuat keluarga merasa curiga. Akhirnya, kata Asep, ibunya mencoba mengecek ponsel korban. Dari ponsel itulah peristiwa memilukan ini berhasil terkuak. Ibunya menemukan pesan singkat dari tersangka yang isinya agar korban tidak memberitahu perbuatannya kepada orangtuanya.
Keluarga korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Mapolwiltabes Bandung, Selasa (14/10/2008). Saat itu pula, polisi segera bergerak dan menangkap tersangka di sebuah pertokoan di kawasan Kebon Kalapa, sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelumnya, tersangka terlebih dahulu dipancing dengan ditelfon korban untuk berjumpa di tempat tersebut.
Kasatreskrim Polwiltabes Bandung AKBP Hendro Pandowo, membenarkan adanya peritiwa tersebut. Guna proses penyidikan lebih lanjut, pria tersebut mendekam di ruang tahanan Mapolwiltabes Bandung.
"Untuk proses pemeriksaan, tersangka saat ini berada di ruang tahanan," kata Hendro. (bbp/afz)










































