UPI Bantah Akan DO Mahasiswanya

UPI Bantah Akan DO Mahasiswanya

- detikNews
Senin, 13 Okt 2008 19:03 WIB
Bandung - Pihak Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) membantah akan men-drop out 15 mahasiswa baru. Yang benar, jika sampai tanggal 30 Oktober mendatang, 15 mahasiswa tersebut belum membayar uang registrasi, maka hak mereka sebagai mahasiswa hilang.

Hal itu disampaikan Kepala Humas UPI Andika Dutha Bachari saat dihubungi detikbandung, Senin (13/10/2008). "15 mahasiswa itu belum tercatat sebagai mahasiswa resmi UPI karena belum membayar registrasi. Jadi tidak tepat istilah drop out atau DO. Karena DO hanya diberikan kepada mahasiswa resmi yang dikenai sanksi akademik karena sesuatu hal," jelasnya.

Ke-15 mahasiswa itu, kata Andika, sebelumnya sudah diberikan keringanan waktu untuk melunasi biaya registrasi. "Harusnya kan bayar registrasi itu dilakukan pada Agustus lalu. Nah karena mereka tak sanggup bayar, akhirnya diundur oleh pihak universitas hingga dua kali dan terakhir nanti 30 Oktober," terangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanggal 30 Oktober, lanjutnya, bukan keputusan sepihak dari kami, namun kesepakatan antara universitas dan mahasiswa serta orangtua. "Ini hasil kesepakatan pertemuan tanggal 8 September lalu. Jika sampai tanggal 30 nanti tidak bisa bayar, maka haknya sebagai mahasiswa UPI hilang," tegas Andika.

Rata-rata, para mahasiswa itu harus membayar Rp 5 juta untuk registrasi. Dana tersebut merupakan biaya registrasi yang mencakup biaya semester I, praktikum, uang kemahasiswaan, dan dana pengembangan lembaga.

"Kami minta mereka membayarnya, karena tak akan ada pembebasan atau pengurangan biaya dari kami. Nanti jika mereka sudah masuk, akan banyak beasiswa yang ditawarkan. Sekali ini saja mereka harus bayar. Ini kan untuk investasi pendidikan mereka," tandas Andika. (ern/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads