Hal itu disampaikan Anita (18), salah satu mahasiswi yang terancam DO. Anita duduk di semester I di Jurusan Pendidikan Masyarakat. "Awalnya ada 25 mahasiswa yang terancam DO karena tak mampu membayar uang kuliah, tapi 10 mahasiswa lainnya sudah mundur. Mereka malu katanya. Saya dan 14 teman lainnya masih bertahan," ujar Anita kepada wartawan di Kampus UPI, Jalan Setiabudi, Senin (13/10/2008).
Anita mengaku dirinya tengah menyicil uang kuliah. "Saya masuk ke UPI, karena mendengar biaya kuliah bisa dicicil. Tapi ternyata tidak. Terus terang ibu saya sejak awal meminta saya tidak kuliah, tapi karena saya lulus UMPTN, akhirnya saya tetap kuliah," ujar anak seorang guru ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orangtua saya sejak SMP pun sudah meminta saya berhenti sekolah karena tak sanggup. Untunglah sejak SD hingga SMP saya selalu mendapatkan beasiswa. saat SMA saya pun mengajukan beasiswa dan alhamdulilah mendapatkannya. Saya pun berharap di kuliah ini bisa memperoleh beasiswa, tapi belum ada," kata mahasiwa asal Indramayu ini.
Sebenarnya, kata dia, ada beasiswa dari bupati, namun pihak rektorat menolaknya. "Pihak rektorat inginnya beasiswa itu dibayarkan langsung," ujar Abdul yang pernah menjuarai kontes mubalig cilik di Indramayu ini.
Abdul mengaku dirinya masih ingin meneruskan kuliah, sehingga dirinya berharap segera ada program beasiswa. "Masa yang boleh kuliah itu orang-orang yang mampu saja, sedangkan kami yang tersisih tak bisa kuliah," katanya.
Sebelumnya, 30 mahasiswa UPI melakukan aksi penggalangan dana untuk membantu Anita dan Abdul Kalim serta 13 mahasiswa lainnya yang terancam DO. Pihak rektorat meminta mereka melunasi tunggakan biaya kuliah hingga 30 Oktrober mendatang. (ern/ern)