Bambu Nusantara Gebrak Sabuga

Bambu Nusantara Gebrak Sabuga

- detikNews
Minggu, 12 Okt 2008 10:01 WIB
Bandung - Sebanyak 405 orang pelajar dan mahasiswa dengan apik memainkan memainkan empat lagu gubahan dalam Parade angklung Bambu Nusantara 2 di Sabuga, Sabtu (11/10/2008).

Parade Angklung tersebut merupakan gabungan dari beberapa perwakilan sekolah dan perguruan tinggi di Bandung antara lain SMPN 2 Bandung SMUN 1 Bandung, SMAN 2 Bandung, SMAN 8 Bandung, SMAN 10 Bandung, SMA St Yusuf, Lab School UPI dan Kabumi UPI.

Pertunjukan yang digelar di koridor Sabuga ini menjadi salah satu pertunjukan yang menyedot pengunjung di gelaran hari pertama Bambu Nusantara 2. Lagu-lagu seperti "Yamko rambe Yamko' atau 'Mojang Priangan' begitu memikat diiringi eksotisme alunan musik angklung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan hanya parade angklung, gelaran musik lainnya pun mengundang antusiasme penonton yang tidak sedikit terutama anak muda.

Beberapa panggung di koridor Sabuga digelar musik-musik tradisional yang jaran dikenal masyarakat. Misalnya tarling, bambu China, seruling buluh atau terompet bambu.

Beberapa stand menyuguhkan kerajinan-kerajinan tradisional sekaligus workshop. Komunitas Hong pun menjadi salah satu sudut yang terus dikerumuni oleh pengunjung. Menyambut di pintu depan eco fashion berbahan bambu.

Pertunjukan di panggung utama pun menjadi salah satu suguhan yang dinanti. Salah satunya penampilan Bambu Indigenous dari Bali, Jegog disusul sajian World musik sebagai tema sentral.

Dimulai dengan grup musik Sambasunda dari Bandung, Discus dari Jakarta diselingi gebrakan perkusi bambu dari OSenk Percussion kemudian ditutup penampilan gitaris handal dari Bali Balawan dan Batuan Ethnic Fusionnya.

Gelaran hari pertama Bambu Nusantara 2 ini boleh dikatakan sudah berhasil mengundang perhatian masyarakat. Dekorasi even yang juga begitu 'bambu' menjadi atmosfer pendukung lainnya.

President Republic of Entertainment Wawan Juanda sebagai penyelenggara tampak puas melihat gelaran Bambu Nusantara 2 di hari pertama ini.

"Bagus. Mari kita teruskan saja," ujar Wawan singkat.

Di hari kedua, MInggu (12/10/2008) masih ada beberapa pertunjukan yang bisa dinikmati seperti Sambasunda, Osenk Percusiion, Rindik, Awng CS, Kyai Fatahillah,
Kabumi UPI, workshop, dan beberapa musik indigenous. (ema/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads