Dalam kesempatan silaturahmi dengan tokoh-tokoh Sunda, Jumat malam(10/10/2008), di Tomodachi Cafe, Jalan Sukajadi Bandung Yuddy memaparkan visi dan misinya sebagai capres. Menurutnya sudah saatnya terjadi perubahan di negara Indonesia.
"Perubahan akan terjadi jika yang muda yang memimpin. Saya sebagai putra Sunda merupakan aset perubahan tersebut," kata Yuddy disambut tepuk tangan sekitar 50-an tamu undangan yang terdiri dari tokoh, politisi dan budayawan Sunda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu kehormatan bagi saya para sesepuh Sunda merespon kesiapan saya dalam mencalonkan diri jadi presiden. Sebagai putra sunda, para sesepuh Sunda pilih saya. Saya tidak menjadi apa-apa tanpa dukungan mereka," ujar Yuddy.
Selain itu, bagi Yudi tatar Sunda merupakan lumbung suara yang potensial. "Pemilu 2004, SBY mendapatkan banyak suara di tatar Sunda," ungkapnya.
Sekarang putra Sunda maju jadi capres, kenapa tidak dipilih. Saya yakin masyarakat Sunda akan memilih saya," ucap Yuddy percaya diri.
Perihal dukungan tokoh masyarakat Sunda terhadap Yuddy diamini oleh Teddy Kharsadi, Ketua Umum Gentra sebuah organisasi kesundaan.
"Kami dukung Yuddy karena dia salah satu calon terbaik yang dimiliki masyarakat Sunda. Kami memilih Yuddy bukan ujug-ujug (tiba-tiba - red). Kami melihat track record selama ini dan Yuddy bukan anak kemarin sore di dunia politik," terang Teddy.
Dalam acara tersebut hadir pula politisi Sunda seperi Dedi Jamaludin Malik dari PAN dan Setia Permana dari PDIP. Serta tokoh masyarakat sunda seperti Ketua Umum Paguyuban Pasundan Syafei dan guru besar Fikom Unpad Koesnaka. (afz/ema)











































