Saat itu, Acil Bimbo diminta untuk menutup acara diskusi Sosialisasi Babakan Siliwangi yang digelar di Lamtet Unpad, Jalan Cisangkuy Jumat malam (10/10/2008). Dalam narasi penutupannya Acil menyatakan ketidaksepakatannya terhadap rencana penataan Baksil oleh pemerintah dan PT Esa Gemilang Indah (PT EGI).
Lebih lanjut Acil mengatakan keterkaitan Babakan Siliwangi dan Jalan Siliwangi dengan perjuangan pasukan Siliwangi zaman dahulu. Jalan Siliwangi adalah markas pasukan Siliwangi pada zaman dahulu. Diungkapkannya Siliwangi merupakan simbol keharmonisan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acil pun berang menanggapi pernyataan Herman. Suasana memanas. Adu mulut pun terjadi disaksikan oleh puluhan orang yang hadir. Acil maupun Herman tetap bersikukuh dengan keyakinannnya masing-masing. Acil pun meminta Herman keluar dari ruangan jika tidak merasa sepakat dengan dirinya.
Setelah Herman keluar ruangan situasi yang memanas coba diredakan oleh Budayawan Iwan Abdurrahman atau Abah Iwan. Abah Iwan menyatakan penyesalannya kelancaran diskusi harus diakhiri dengan peristiwa adu mulut tersebut.
"Saya menyesalkan kejadian ini terjadi di dalam sebuah lembaga ilmiah (Lamtet Unpad-red). Mari kita terima perbedaan sesuai keyakinan masing-masing," ujarnya.
Abah Iwan langsung mengusulkan acara untuk ditutup dengan doa bersama dipimpin oleh Acil Bimbo.
(ema/ema)











































