BCCF Usulkan 10 Program Bandung Kota Kreatif Asia

BCCF Usulkan 10 Program Bandung Kota Kreatif Asia

- detikNews
Rabu, 08 Okt 2008 20:25 WIB
BCCF Usulkan 10 Program Bandung Kota Kreatif Asia
Bandung - Usai gelaran Helarfest pada Juli-Agustus 2008, Bandung Creative City Forum (BCCF) menyampaikan 10 Usulan Program Unggulan Bandung Kota Kreatif Asia ke Pemkot Bandung.

Perwakilan BCCF yang dipimpin Ketua BCCF Ridwan Kamil, diterima Asisten Daerah II Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandung Taufik Rachman di ruang kerjanya, di Balai Kota, Rabu (7/10/2008).

Pada pertemuan tersebut, hadir juga Kabag Ekonomi Pemkot Bandung Ema Sumarna serta jajaran pejabat dinas-dinas Pemkot Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acara dibuka laporan dan evaluasi Helarfest oleh Ema. Dalam penilaiannya, 37 event dari berbagai komunitas yang diagendakan dalam Helarfest 2008 memang tidak seluruhnya berlangsung lancar. Namun secara umum, pagelaran pertama event yang telah menjadi ikon baru gerakan komunitas kreatif di Bandung itu dinilai sukses.

Usai mendengarkan laporan, berbagai persoalan yang mengemuka dinilai Taufik harus menjadi evaluasi bersama. "Inisiatif komunitas menggagas dan melakukan sesuatu untuk Kota Bandung, perlu mendapat respon dari pemerintah kota. Tidak lucu misalnya ada acara seni, orang dinas pariwisatanya malah tidak ada. Kita sebagai penyelenggara pemerintahan harus bisa menyambut momen ini," ujarnya mencontohkan.

Sementara itu, Ridwan dalam pemaparannya menyatakan Helarfest layak diklaim sebagai event komunitas terbesar di Asia Tenggara. "Dari studi yang saya lakukan, tidak ada event sebesar ini di Asia Tenggara," ujar Ridwan yang juga dosen ITB itu.

Usai laporan Helarfest 2008, Ridwan pun menyampaikan 10 Usulan Program Unggulan Bandung Kota Kreatif Asia dari BCCF. Kesepuluh program tersebut dikelompokkan dalam tiga bagian yakni; peningkatan partisipasi masyarakat dalam wacana kreativitas, penguatan kewirausahaan di sektor ekonomi kreatif dan revitalisasi fisik Kota Bandung yang mendukung iklim kreativitas.

Rincian dari program usulan tersebut mendapat respon positif dari Taufik. Dijelaskannya, Pemkot Bandung juga sudah membuat rencana program yang memiliki persamaan ide dengan BCCF. "Bagaimana pun, pelaksanaan program pembangunan harus dilakukan oleh ahlinya. Kalau terkait kreativitas, harus orang-orang kreatif. Kalau tidak, pelaksanaannya akan bias," tutur Taufik.


Foto: Beberapa contoh sentuhan kreatif dalam pengelolaan Taman Cikapayang yang ditampilkan di Helarfest 2008. (lom/lom)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads