Mengais Rejeki Usai Salat Id

Mengais Rejeki Usai Salat Id

Baban Gandapurnama - detikNews
Rabu, 01 Okt 2008 08:27 WIB
Mengais Rejeki Usai Salat Id
Bandung - Usai salat Id adalah waktunya rejeki bagi pemulung. Belasan pasang tangan-tangan dari tubuh renta, sigap mengumpulkan sampah kertas koran yang dijadikan alas sajadah saat shalat Id.

Pemandangan ini terlihat di Lapangan Gasibu, Bandung, Rabu (1/10/2008). Ketika sekitar lima ribu jamaah mulai meninggalkan lapangan setelah mengikuti salat Id, sekitar 15 pemulung justru menyerbu masuk.

Mereka mengumpulkan kertas koran yang bertebaran, merapihkannya dengan cekatan dan memasukkan ke dalam karung plastik yang besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di antara pemulung yang mayoritas lansia, terdapat pria bernama Karmita. Meski usianya sudah 78 tahun, ia tidak mau kalah cepat dari pemulung lainnya. Dituturkan Karmita kepada detikbandung, kertas-kertas koran yang dikumpulkan, akan ia jual ke bandar di kawasan Ciroyom.

Sehari-harinya Karmita memang memulung di sekitar Gasibu. Bahkan malam hari pun iaΒ  tidur di kawasan ini di dalam gerobak dorongnya. "Saya begini ini hanya karena satu hal, agar saya tidak kelaparan," katanya sambil merapihkan koran yang dikumpulkannya.

Bapak empat anak ini mengaku, koran yang dikumpulkannya dibeli oleh bandar seharga Rp 700 per kilogram. Hari ini ia sudah mengumpulkan sekitar 15 kilogram.

Sementara itu, Komar (63) yang juga turut mengumpulkan koran, memiliki tempat menjual sedikit lebih menguntungkan. Pria asal Garut yang sudah lima tahun menjadi pemulung ini bercerita, ia menjual ke bandar di kawasan Jalan Bagus Rangin seharga Rp 1.000 per kilogram. Ini bukan kali pertama Komar menunggui salat Id di Gasibu. Tahun lalu ia mendapatkan sekitar delapan kilogram koran.

"Saat ini saya kira-kira mendapatkan lebih dari 10 kilogram. Uangnya saya pakai untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan biasanya hasilnya tidak mencukupi," keluhnya. (lom/lom)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads