"Di luar staf administrasi, kita petugas lapangan Damkar, hingga H+7 tidak libur. Semua petugas Damkar Kota Bandung tidak ada yang mudik lebaran," kata Wakil Komandan Peleton Damkar Kota Bandung, Sugianto saat ditemui usai sidak Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda, Senin (29/9/2008) dini hari.
Menurut Sugianto, jumlah personel yang disiagakan selama masa lebaran adalah sebanyak satu peleton atau 37 personel petugas Damkar ditambah dua orang perwira piket.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ayi juga berharap bahwa tenaga personil dan peralatan dari Damkar tidak akan dipergunakan. "Semoga tenaga dan peralatan tidak dipergunakan. Itu artinya kita tidak berharap ada kebakaran," ucap Ayi.
Damkar Kota Bandung akan menempatkan mobil pemadam kebakaran di titik-titik tertentu yang dianggap rawan terjadinya kebakaran. Namun hal tersebut dilakukan jika benar-benar dirasakan perlu dan mendesak.
"Seperti saat malam takbiran, mungkin kita akan tempatkan mobil pemadam di pusat-pusat keramaian seperti di alun-alun," jelas Sugianto.
Selain menerima laporan dari masyarakat, Damkar Kota Bandung memiliki sistem yang bernama smart alarm. Sistem baru tersebut merupakan sistem yang terintegrasi antara kantor Damkar dengan instansi pemerintah dan swasta yang akan langsung memberitahukan jika terjadi kebakaran.
"Saat ini baru 7 instansi baik dari pemerintah ataupun dari swasta yang terintegrasi dengan smart alarm yang kita miliki. Jadi jika terjadi kebakaran di tempat tersebut, alarm kita akan berbunyi dan kita akan langsung meluncur ke lokasi tanpa melakukan croscheck lagi," terang Sugianto.
Ketujuh instansi tersebut adalah PLN di Jalan Asia Afrika, Hotel Hyatt di Jalan Sumatera, Kantor Bank Indonesia Bandung di Jalan Braga, Kantor Bank Jabar Cabang di Jalan Braga, Kantor Bank Jabar Pusat di Jalan Naripan, Hotel Preanger di Jalan Asia Afrika dan Kantor Distarkim di Jalan Kawaluyaan Indah.
"Mungkin ke depannya akan banyak instansi yang akan memasang smart alarm," pungkas Sugianto. (afz/ern)











































