Menurut Aat Suryana (33), salah seorang tetangga, hampir satu bulan terakhir, Maun dan istrinya serta dua anak perempuannya sudah tak berada di rumahnya. "Para tetangga tidak melihat kepergian mereka, kita tidak tahu mereka pergi kemana," ujar Aat saat ditemui di rumahnya di Jalan Babakan Irigasi, Kamis (25/9/2008).
Hal yang sama diungkapkan tetangga yang rumahnya berada tepat di depan rumah, Asrip (68). "Jangankan tetangga lainnya, saya pun tak tahu kapan dia pergi. Maun tinggal bersama istrinya Titi, dan dua putrinya," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sama dengan CV De Sam san di Cimahi, Maun membuka tabungan paket lebaran yang dikenal dengan tabungan Es Krim Marindo. Para nasabahnya menyetorkan dana Rp 5 ribu per hari selama 300 hari. Pada saat pencairan dana, para nasabah akan diberikan bonus berupa sembako.
Maun dilaporkan oleh para nasabahnya ke Polwiltabes Bandung karena hingga batas pencairan pada tanggal 7 September, Maun tak segera mencairkannya. Malah keberadaannya tak diketahui hingga sekarang ini. (ern/ern)











































