Kesepakatan tersebut buah dari forum dadakan yang dilakukan oleh GP4LH dan pegiat lingkungan di depan eks rumah makan Baksil. Sebelumnya GP4LH setelah membabat semak-semak dan pohon yang berdiameter 20 centimeter, mereka belum dapat memastikan kapan akan menanam pohon.
Sebelumnya diberitakan, GP4LH baru akan menanam sebanyak 1.900-an pohon secara bertahap saat mulai musim hujan, sekitar bulan November.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhirnya disepakati antara pihak GP4LH yang diwakili oleh koordinatornya, Memet Ahmadi Surahman dengan para pegiat lingkungan tersebut, bahwa mulai besok, Selasa (23/9/2008) pagi sekitar pukul 09.00 WIB akan dilakukan penanaman pohon-pohon hutan.
Pantauan detikbandung, saat ini Eyang mengintruksikan kepada para pekerjanya untuk menghentikan kegiatan membabat semak dan mulai disiapkan 200 lubang untuk ditanami.
Selain kesepataan untuk memulai penanaman besok, pembagian tugas untuk penanaman juga sudah dilakukan. Mereka akan saling memantau untuk pelaksanaan penanaman pohon.
Dalam forum tersebut juga dijelaskan klarifikasi dari pihak GP4LH melalui koordinatornya Memet Ahmadi Surahman atau yang biasa disebut Eyang. Dia menjelaskan pertanyaan dari forum tersebut mengenai pembabatan pohon-pohon yang memiliki diameter lebih dari 20 centimeter yang juga ikut dibabat.
"Saya tidak tahu tentang pebabatan pohon yang cukup besar. Saya suruh ke pekerja saya untuk babat semak-semak saja," kata Eyang
Dalam forum tersebut, hadir pula para aktifis yang giat menyerukan penolakan terhadap pembangunan di Baksil seperti Tisna Sanjaya yang datang beserta anaknya, Wawan Djuanda, Gustaff H Iskandar, Rahmat Jabaril dan lain-lain. (afz/ern)











































