Diancam Dibunuh, Para Kolektor Memilih Tidur di Masjid

Penipuan Arisan Lebaran

Diancam Dibunuh, Para Kolektor Memilih Tidur di Masjid

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 22 Sep 2008 15:07 WIB
Diancam Dibunuh, Para Kolektor Memilih Tidur di Masjid
Bandung - Rupanya para kolektor masih merasa khawatir dengan para nasabah yang menagih uang. Bahkan beberapa kolektor diancam akan dibunuh dan akan diambil barang-barangnya. Karenanya sekitar 10 kolektor berlindung di Masjid Darul Muttaqin yang berada di lingkungan Mapolresta Cimahi.

Seperti dikatakan oleh Dewi (29), warga Gunung Batu, dirinya merasa khawatir dan cemas sebab hingga saat ini banyak nasabah yang menagih ke rumahnya. Sejak Sabtu (20/9/2008) lalu, dirinya tidur di Masjid Muttaqin ini.

Menurutnya ada 3 orang nasabahnya yang sempat datang ke rumahnya untuk mengambil barang-barang yang ada di rumahnya. Dewi memiliki 50 orang nasabah dengan total uang yang dikumpulkan sebanyak 27 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau barang saya mau diambil silahkan saja. Tapi saya sudah siapkan pengacara dan akan memidanakan nasabah saya yang akan mengambil barang saya di rumah. Saya mengungsi ke masjid ini karena cemas dan takut," ujar Dewi.

Ancaman lebih ekstrim lagi dialami oleh Tini (42), kolektor yang beralamatkan di Babakan Cianjur, Gunung Batu ini mengaku semalam salah seorang nasabahnya yang menyimpan uangnya sebesar Rp 1,6 juta mengancam akan membunuhya bila hari ini tidak mengembalikan uangnya.

"Saya tidak berani pulang ke rumah karena takut ada apa-apa nantinya. Mendingan saya berlindung di sini. Di sini aman karena masjid ini masih dalam lingkungan Mapolresta Cimahi," kata Tini.

Tini memiliki 120 orang nasabah dengan total uang yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp 112,5 juta. "Sudah 2 tahun saya bergabung dengan CV De Sam San," kata Tini yang saat itu terlihat cemas dan stres.

Berdasarkan informasi detikbandung peroleh, sejak Sabtu (20/9/2008) malam, ada tiga wanita dan 4 pria yang mengungsi di masjid tersebut. Serta saat ini ada sekitar 10 orang kolektor. Mereka memperbincangkan persoalan nasib uang yang tidak jelas. Mereka juga saling menenangkan.
(afz/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads