Saat tiba di Mapolwiltabes Bandung pukul 10.45 WIB, tim KPK ini langsung masuk ke ruang tunggu pemohon SIM. Kemudian M Jasin bertanya kepada salah seorang warga pemohon SIM, Arif, mengenai tarif dan pelayanan SIM di Bandung.
"Kalau soal dana sudah gak masalah, tarif yang terpampang sesuai dengan dana yang dibayarkan. Namun saya keberatan dengan biaya asuransi yang harus dibayarkan sebelum proses pembuatan, ini memberatkan," ujar Arif kepada Jasin. Arif mengaku tengah membuat SIM A dan SIM C.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya salah alamat, seharusnya RW 9 tapi ditulis menjadi 6. Orang di belakang saya dilayani, tapi saya dari tadi belum dilayani," ujarnya.
Mendengar hal itu, M Jasin hanya menyatakan jika pelayanan pembuatan SIM diharapkan bisa lebih baik lagi untuk mendatang.
Saat ini, tim KPK tengah diterima oleh Kapolwiltabes Bandung. Setelah itu, mereka akan menuju Dishub Jabar, di Jalan Sukabumi. Tim KPK ini menggunakan tiga mobil, yaitu satu mobil KPK B 7457 QK dan dua mobil Avanza B 1742 GQ dan B 1660 TFA.
Mereka juga membagikan stiker dan PIN anti korupsi kepada para pemohon SIM dan petugas. 'Aku bukan koruptor' tulisan pada PIN dan 'Awas bahaya laten korupsi' yang tertulis dalam stiker. (ern/ern)











































