Dengan mengenakan baju almamater berwarna hijau dan membawa bendera kampus, mahasiswa terus meneriakan yel-yel yang biasa dilontarkan para demonstran. Meski jumlah mahasiswa kalah banyak dibandingkan dengan aparat polisi yang berjaga di depan gerbang, tak menyurutkan mereka untuk terus merangsek ke depan. Mereka memaksa ingin masuk. Aksi tempel badan dengan polisi pun terjadi, namun tak terjadi aksi saling dorong.
Wakil Presiden BEM Unpas Bachtiar Sebayang menyatakan aksi ini adalah sebagai salah satu bentuk kepedulian mahasiswa untuk terus mengingatkan janji Hade selama kampanye. Dalam 100 hari kepemimpinan mereka, belum ada janji-janji yang terealisasi.
"Kita tuntut janji-janji mereka saat kampanye dulu, seperti perbaikan kesejatheraan, anggaran pendidikan 20 persen, penyediaan lapangan kerja dan reformasi birokrasi," tegasnya.
Keinginan mereka untuk berdialog dengan anggota dewan tak bisa terwujud. Sebab, melalui Kapolsek Bandung Wetan AKP Yudi Adhi Nugroho, anggota dewan khususnya Komisi A hanya akan menerima perwakilan dari mahasiswa. Namun mahasiswa ingin semua yang melakukan aksi diterima dewan.
"Kita hanya membolehkan perwakilannya saja, tapi mereka engga mau. Kalau semuanya engga bisa," kata Yudi.
Hingga berita ini diturunkan aksi demonstrasi masih berlangsung. Para mahasiswa terus berorasi. (ern/ern)











































