Jelang Lebaran, Cimol Sepi Pengunjung

Jelang Lebaran, Cimol Sepi Pengunjung

- detikNews
Jumat, 19 Sep 2008 10:00 WIB
Jelang Lebaran, Cimol Sepi Pengunjung
Bandung - Berbeda dengan lebaran tahun-tahun sebelumnya, lebaran tahun ini, pusat penjualan baju bekas impor di Pasar Gede atau lebih dikenal dengan Cimol sepi pengunjung. Meskipun demikian, para pedagang mengaku tidak akan menurunkan harganya demi menarik pembeli.

"Sepi, beda dengan tahun lalu yang ramai. Walaupun sekarang sepi, kita tidak akan menurunkan atau menaikan harga. Standar saja," kata salah seorang pedagang pakaian wanita, Loli (37) saat ditemui detikbandung, Jumat (19/9/2008).

Biasanya, Loli menjual pakaian wanita dengan harga antara Rp 15 ribu hingga Rp 40 ribu per potongnya. Loli juga menegaskan bahwa tidak akan ada perang diskon penjualan di antara penjual pakaian bekas tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harga biasanya sudah ada kesepakatan antara pedagang yang berjualan barang sejenis. Misalnya saya jual baju Rp 15 ribu paling murah, di pedagang baju yang lain juga sama. Tidak ada istilah perang diskon di sini," jelas Loli.

Hal senada juga dikatakan oleh salah seorang pedagang baju dan jaket, Hendri Chaniago. Menurutnya penjualan baju dan jaket menjelang lebaran tahun ini sepi.

"Sekarang sepi pengunjungnya. Berbeda dengan tahun lalu, dua minggu sebelum lebaran, modal kembali untung juga sudah didapat. Sekarang, sudah minggu ketiga modalpun belum balik," keluh Hendri.

Saat ditanya apakah ada kemungkinan membanting harga, jika menjelang lebaran dagangannya tidak laku juga. Hendri mengaku bisa saja kemungkinan tersebut terjadi.

"Bisa saja. Kalau seminggu jelang lebaran, barang masih numpuk dan modal masih terkumpul bisa kita jual dibawah harga biasanya," kata Hendri.

Biasanya Hendri menjual baju seharga Rp 25 ribu dan jaket 45 ribu. "Bisa saja baju saya jual Rp 20 ribu," kata Hendri. (afz/ern)


Berita Terkait