Begitulah. Usaha kemas mengemas yang akrab disebut parcel ini pun menjadi usaha yang menarik setiap tahun menjelang hari raya Lebaran. Parcel-parcel tersebut dikemas dalam wadah rotan atau bambu yang tak hanya di desain biasa-biasa tapi ada juga yang didesain seperti masjid, lemari dan desain unik lainnya.
Tak hanya makanan yang dikemas barang-barang pecah belah pun tak ketinggalan seperti perlatan makan dari keramik atau kristal. Barang-barang pecah belah ini ternyata memiliki harga yang paling mahal dibandingkan parcel makanan.
Seperti dituturkan Yudi (33) dari Trijaya Parcel. "Kami menjual parcel dari mulai Rp 40-Rp 1,2 juta. Harga yang termahal adalah harga parcel kristal yang ada di atas Rp 1 juta. Tapi bukan berarti parcel makanan tidak ada yang mahal," ujar Yudi saat ditemui detikbandung di Jalan Karapitan, Rabu (17/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahalnya parcel-parcel barang pecah belah juga diungkapkan Euis (29) dari Linda Parcel. Menurutnya harga parcel kristal bisa di kisaran Rp 1,2- Rp.1,5 juta. Sedangkan untuk parcel makanan harganya mulai Rp 85 ribu.
Untuk parcel kristal menurut Euis paling banyak membeli hanya dua parcel tidak seperti parcel makanan yang bisa beberapa puluh. "Untuk makanan minimal yang memborong itu lima parcel," tambah Euis.
Parcel-parcel di kedua tempat tersebut juga tempat-tempat penjualan parcel lainnya secara fisik bisa dikatakan hampir sama. Baik dari segi makanan maupun dari segi pengemasan. Namun tinggal memilih tempat yang memiliki variasi lebih banyak sehingga bisa memilih dengan lebih leluasa.
Di Bandung, tempat penjualan parcel, banyak berderet di Jalan Karapitan, Jalan Cikawao dan Jalan Buah Batu. (ema/afz)











































