Dalam kompetisi yang bertema Bike Design & Lifestyle ini melibatkan peserta dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Iran, Italia dan Hungaria. Namun yang lolos seleksi hingga 16 finalis yang terdiri dari 13 finalis dari Indonesia, 2 peserta Malaysia, dan 1 peserta dari Singapura. Finalis dari Indonesia didominasi oleh mahasiswa Institut Teknologi Surabaya (ITS).
Para juri adalah desainer produk industri antara lain Dudi Wiyancoko dari desain produk FSRD ITB, Yen Ching Chuan dari Singapura, Zendy Renan sebagai desainer sepeda Polygon dan lain-lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara kuantitas jumlah peserta meningkat dari 130 pada tahun 2007, kini sebanyak 230 peserta," ungkap Renan saat ditemui di sela-sela pameran, Selasa (16/9/2008).
Dengan kompetisi ini pihaknya menginginkan adanya ide baru yang bisa diproduksi. Tapi menurut Renan, meski tingkat kuantitas meningkat dari segi orisinalitas menurun. "Antara satu peserta dengan peserta lain banyak memiliki kemiripan. Sehingga kami agak sulit untuk memilih," tuturnya.
Ketua KK Manusia dan Desain Produk Industri ITB, Dudi Wiyancoko menyatakan kompetisi ini tidak hanya sekadar kontes kreativitas tapi untuk menyebarkan pengetahuan kepada semua orang bahwa Indonesia memiliki desainer-desainer yang potensial dalam bidang industri.
"Indonesia sanggup untuk membuat produk sendiri," jelas Dudi yang menjadi Ketua Juri dalam kompetisi ini. Dudi menambahkan, 16 peserta yang karyanya dipamerkan sudah memiliki keseimbangan unsur estetika dan fungsi.
Tiga karya yang terpilih nanti akan dipamerkan di Singapore Motor Show September-Oktober mendatang. Pemenangnya selain mendapat uang tunai, karyanya akan dikembangkan menjadi prototype yang siap diproduksi Polygon.
(ema/ern)











































