Dengan berjalan kaki dari Simpang Lima, lima puluh mahasiswa ITB ini membawa spanduk putih yang berisi seribu lebih tandatangan mahasiswa untuk menolak pembangunan Babakan Siliwangi. Massa menutup mulutnya dengan lakban berwarna hitam.
Beberapa spanduk pun dibawa mereka, antara lain isinya 'Save Baksil save world'. Beberapa orang mahasiswa melakukan orasi secara bergantian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan terus melakukan aksi hingga rencana pembangunan kawasan Baksil batal," ujarnya.
Menurutnya KM ITB menolak fungsi perubahan Baksil dari ruang terbuka hijau (RTH) dan ruang publik menjadi fungsi privat. KM ITB juga menuntut adanya transparansi rencana pembangunan Kota Bandung termasuk rencana pengembangan RTH. "Kami juga menuntut keterlibatan masyarakat secara optrimal dalam proses perencanaan," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan aksi masih berlangsung. Arus lalu lintas sendiri tak terganggu dengan aksi ini karena mereka beraksi di ruas jalan yang ditutup. Arus lalu lintas sendiri masih tersendat karena adanya pengalihan arus kendaraan. (ern/ern)











































