Teknologi Ikhlas

Teknologi Ikhlas

- detikNews
Selasa, 16 Sep 2008 08:45 WIB
Teknologi Ikhlas
Bandung - Pernahkah anda merasa tidak memiliki kendali atas hidup? Masalah kebugaran misalnya. Hari ini anda merasa sangat prima, tetapi beberapa hari kemudian stamina merosot. Demikian pula dengan bidang kehidupan lainnya.

Perlu diketahui, sebenarnya anda mampu memegang kendali atas hidup anda sendiri. Menurut Erbe Sentanu, pendiri Katahati Institute Jakarta, anda dapat mengendalikan hidup melalui doa, tetapi syaratnya harus disampaikan secara efektif. Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana cara berdoa secara efektif?

Menurut Erbe Sentanu yang akrab dipanggil Nunu, agar doa dapat disampaikan secara efektif, diperlukan keikhlasan. Rasa ikhlas tersebut ia devinisikan sebagai kondisi perasaan di dalam hati. Di dalamnya terkandung makna kesabaran, kepasrahan, dan penerimaan. Karena Ikhlas didefinisikan sebagai kondisi perasaan dalam hati, maka belajar ikhlas berarti belajar untuk mendengarkan kata hati, belajar "melihat" dengan hati, serta mengikuti kata hati. Semuanya memang terdengar mudah, namun nyatanya banyak manusia yang tidak mengerti bagaimana harus bersikap ikhlas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, Katahati institute memperkenalkan sebuah teknologi yang dinamakan teknologi ikhlas. Menurut Nunu, kepasrahan dan kekhusyukan bisa diukur melalui gelombang otak. Rasa ikhlas dan khusyuk dalam memanjatkan doa dapat dicapai dengan teknologi modern melalui teknologi Digital Prayer.

Sebelum membahas teknologi ikhlas menggunakan digital prayer, ada baiknya mengetahui fakta bahwa rasa ikhlas dan khusyuk dalam berdoa dapat terjadi ketika pikiran dalam keadaan tenang atau fokus, yang biasa disebut dalam keadaan gelombang Alpha (alphamatic Brainwave).

Ketika seseorang dalam keadaan Alpha (9-13,9 Hz) otot-otot tubuh akan rileks. Pikiran pun akan rileks dan jernih dalam memandang suatu permasalahan. Nah, situasi gelombang otak dalam keadaan Alpha seperti ini ternyata bisa distimulasikan dengan mendengarkan musik atau bunyi-bunyian yang dirancang khusus. Teknologi inilah yang disebut dengan digital prayer.

Teknologi audio digital prayer sendiri merupakan hasil riset yang sudah dilakukan selama 40 tahun di berbagai lembaga riset serta universitas di dunia, terutama di negara-negara barat. Teknologi ini telah diaplikasikan dan sudah banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan kebugaran tubuh, menurunkan berat badan, pencapaian tujuan hidup dan lain sebagainya.

Dikatakan Nunu, dengan teknologi audio khusus yang spesifik, seseorang mampu mengaktifkan pikiran bawah sadar dengan lebih mudah, lebih pasti dan lebih terukur. Teknologi ini bisa membawa seseorang masuk ke dalam gelombang otak yang intuitif dan inspiratif. Ini semua dituangkan Nunu melalui pelatihan yang menjadi program Katahati Institute. Pelatihan ini dikenal dengan MindFocus Brainwave Management (pengelolaan gelombang otak).

Dalam pelatihan ini, para peserta diajarkan cara berdoa secara lebih efektif, agar pencapaian hasilnya juga lebih efektif. Dalam program latihan ini, para peserta akan dilatih untuk menciptakan intention atau niat yang kuat (powerful). Latihan ini dilakukan tidak saja hanya pada saat sesi pelatihan, namun akan lebih baik lagi jika dilakukan tiap hari. (lom/lom)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads