Menurut Ketua LSI Baitul Mu'min Laila Zahara rencana pembuatan DATA ini telah muncul beberapa tahun yang lalu. Namun baru terealisasi sebulan sebelum puasa.
"Ini setelah kami bertemu dengan Syamsi Dhuha Foundation (SDF). Pimpinan SDF penyandang low vision dan meminta kita membuat murotal al quran berserta terjemahannya," ujar Laila saat ditemui di Pusdai, Minggu (14/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mencari orang yang membacakan dan editing yang lama. Murotal kita ambil dari imam Masjidil Haram Mekah, Abdulrahman As-Sudais. Sementara penerjemah adalah Al Hafitz Abdul Hasib," terang Laila.
Sedangkan proses rekaman membacakan terjemahan 30 juz dilakukan selama 17 hari di studio.
Sementara itu pimpinan SDF, Dian Syarief mengaku cukup berbahagia dengan adanya peluncuran ini. Sebab selama ini penyandang tuna netra dan penyandang low vision sangat kesulitan membaca al quran.
"Al quran braile yang ada saat ini harganya sangat mahal. Bisa mencapai Rp 1,2 juta dan itu hanya berupa al quran saja bukan terjemahan. Tidak praktis saat kita membawanya karena ada 30 buku. Dengan adanya CD ini kita bisa mendengarkan, mengikuti dan mengerti isinya sekaligus," ujar Dian.
LSI menyumbangkan sebanyak 1.000 DATA kepada kaum tuna netra di Wiyata Guna dan SDF dari 1500 DATA yang diluncurkan. (afz/afz)











































