Seperti yang dilakukan oleh Dhania bersama dengan 2 orang temannya. Mereka sengaja datang ke Palasari hanya untuk menghabiskan waktu menunggu buka dengan berburu buku.
"Kita sengaja datang kesini buat menghabiskan waktu. Daripada jalan-jalan di mal atau pusat perbelanjaan, lebih baik kita kesini. Sekalian ngabuburit (menunggu waktu sore - red)," tutur mahasiswa kedokteran Unpad ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka lebih memilih Palasari sebagai tempat mereka berbelanja buku dibandingkan dengan toko buku-toko buku modern seperti Gramedia ataupun Gunung Agung. Masalah harga menjadi faktor utama mereka.
"Habis lebih murah disini daripada di Gramedia atau Gunung Agung. Disini didiskon," ucap Dhania.
Hal tersebut juga diamini oleh General Manager Bandung Book Center (BBC) Asep Ishak Wiranta. Menurutnya, kebanyakan pembeli di Palasari menjadikan toko buku modern sebagai tempat untuk survey harga saja.
"Biasanya mereka ke Gramedia hanya survey. Judul, penerbit dan harganya mereka catat. Kemudian mereka beli ke kita (BBC - red)," ujar Asep.
Asep juga mengaku sejak sebulan lalu hingga puasa di minggu kedua ini terjadi peningkatan penjualan yang cukup signifikan. Faktor tahun ajaran baru dan bulan puasa menjadi pendorong melonjaknya penjualan buku di tempatnya.
Biasanya Palasari umumnya dan BBC khususnya akan mulai ramai pembeli dari siang mulai pukul 12.00 WIB hingga sore menjelang buka.
"Alquran dan buku-buku religi mendominasi penjualan. Tapi novel juga termasuk dalam 5 besar penjualan kita sejak sebulan lalu," ungkap Asep. (afz/afz)











































