"Musik bambu itu ada kojonya (jagoannya-red) dan kojonya itu angklung, serta sangat populer karena mudah dipelajari, interaktif, dan lucu," ujar Dirjen Pemasaran Depbudpar, Sapta Nirwandar, di Sekretariat FDWB, Jl Singaperbangsa, Bandung, Kamis (11/9/2008).
Namun, lanjutnya, bukan berarti pihaknya berhenti sampai di situ, alat musik bambu lainnya seperti kecapi atau pun suling diharapkan bisa bergabung dengan musik lainnya. "Jadi nanti kalau sudah populer yang lain pasti ikut, seperti pop, jazz, atau lainnya," jelas Sapta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ahy/ern)











































