Menurut Direktur Dompet Dhuafa Bandung Ima Rachmalia, guru memegang peran sangat vital dalam proses transformasi ilmu kepada anak didiknya. "Artinya kemampuan penguasaan materi seorang guru sangat menentukan mutu peserta didiknya," ujarnya dalam rilisnya, Selasa (9/9/2008).
Untuk itu, guru harusnya terus melakukan pengayaaan pengetahuan dengan mengikuti berbagai pelatihan atau upgrading. Namun sayangnya, seringkali guru yang diutus untuk mengikuti pelatihan adalah mereka yang sudah menyandang status PNS atau minimal guru tetap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mencontohkan, Dudu Hidayat seorang guru SD Sumber Sari, Sapan Kabupaten Bandung, yang telah mengabdi 14 tahun. Statusnya guru tak tetap dengan penghasilan di bawah Rp 500 ribu. "Dia mengaku belum pernah sekalipun diutus untuk mengikuti pelatihan dan institusi tempat dia mengabdi," katanya.
Untuk itu, lanjutnya, Dompet Dhuafa Bandung menginisiasi program myteacher yang rencananya akan digelar di Gedung South Auditorium Sabuga, Jalan Taman Sari, pada 17 September 2008.
"Pada saat launching nanti akan diikuti oleh seribu honorer dan guru bantu setingkat SD/MI, SMP/MTs dari institusi formal mau pun non formal se-Jabar," katanya.
Pembicara yang akan dihadirkan adalah Irwan Widiatmoko (pemecah rekor MURI sebagai super great memory), Jamil Azzaini (inspirator sukses mulia, penulis best seller "Kubik Leadership', dan Ahmad Fikri (senior Trainer Makmal-Lembaga Pengembangan Insani (LPI) Dompet Dhuafa).
Selanjutnya, kata dia, akan diselenggarakan pelatihan dan proses pendampingan selama satu tahun secara bertahap yang terbagi dalam tiga angkatan. "Kami berharap untuk ke depan program ini mendapat dukungan semua lapisan masyarakat," ujarnya. (ern/ern)











































