Saat dikonfirmasi melalui telepon oleh wartawan, Selasa (9/9/2008), tentang dua mahasiswi Thailand yang tak lagi berada di wisma, Eddy mengakuinya. "Iya kami memang kehilangan mereka," ujarnya.
Dia menuturkan Sabtu Malam keduanya dijemput dari Jakarta oleh Husni, pembimbing yang ditunjuk Unpas (sebelumnya ditulis yang ditunjuk Departemen Pendidikan-red). Lalu keduanya dibawa ke Wisma Nova.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eddy mengaku penguasaan bahasa Inggris kedua mahasiswa itu lemah. "Makanya kita sedang cari siapa yang membawa mereka ini. Apa hak mereka membawa keduanya," tegasnya.
Dia menyatakan pihak Unpas akan menanggung seluruh biaya penginapan kedua mahasiswi tersebut, sehingga tak ada alasan keduanya merasa ditelantarkan.
Informasi ini sedikit berbeda dengan penelusuran detikbandung dari resepsionis Wisma Nova. Dia mengaku jika kedua wanita muda asal Thailand itu check in atas nama Husni pada Minggu Siang. Keduanya meninggalkan wisma pada Senin Pagi.
Kabar terlantarnya dua mahasiswa Thailand ini berawal dari penuturan Rektor Unpas Didi Turmudzi yang mengaku tak mengetahui jejak tiga mahasiswa asing yang akan belajar di Unpas. Dua berasal dari Thailand dan satu dari Amerika Latin. Sementara satu orang lagi yang berasal dari Polandia telah mengabarkan jika dirinya masih berada di negaranya. Seharusnya keempatnya sudah berada di Unpas pada minggu pertama September.
Namun keterangan berbeda disampaikan oleh Purek I maupun III Unpas. Mereka mengaku dua mahasiswa Thailand sudah datang ke Bandung sejak Sabtu (6/9/2008). Mereka menginap di Wisma Nova. Setelah detikbandung telusuri, ternyata keduanya sudah tak berada di wisma tersebut. (ern/ern)










































