"Saya sudah instruksikan kepada PR III untuk segera menelusuri keberadaan mereka (mahasiswa asing - red). Karena sampai sekarang saya tidak mengetahui informasinya," kata Rektor Unpas Didi Turmudzi saat dihubungi detikbandung, Selasa (9/9/2008).
Menurut Didi, pihaknya harus segera mencari tahu kapan akan datang ke Unpas dan dimana menjemputnya.
"Kami harus segera cari tahu kapan datang dan dimana mereka. Karena kita harus mencarikan tempat tinggal untuk mereka. Biasanya mereka kita sediakan rumah tinggal di daerah Kebun Bibit. Jadi kita yang bayar, bukan dari Deplu atau perwakilan negara yang bersangkutan. Unpas yang bayarin," jelas Didi.
Sebelumnya dikabarkan 2 orang mahasiswa asal Thailand terlantar di Bandung. Mereka adalah mahasiswa Thailand yang akan belajar di Unpas. Ternyata tak hanya mereka, dua orang mahasiswa asing lainnya asal Amerika Latin dan Polandia pun belum kunjung datang.
Seharusnya, menurut Didi, keempat mahasiswa asing itu sudah datang ke Bandung. Namun hanya Simon, mahasiswa asal Polandia yang memberi kabar yang mengatakan masih berada di negaranya. Tahun ini adalah tahun kedua Simon belajar di Unpas.
"Semestinya sudah datang. Perkiraan kita mereka sudah datang ke kita (Unpas - red) bulan September. Namun sampai saat ini, saya belum menerima informasi apapun dari mereka, kecuali dari Simon (mahasiswa dari Polandia - red). Mungkin karena dia hanya memperpanjang waktu belajar di Unpas jadi dia langsung kontak secara pribadi ke saya. Dia (Simon - red) saat ini masih ada di Polandia. Kalau yang lain saya tidak tahu," terang Didi.
Setiap tahunnya Unpas menerima mahasiswa asing. Prosedur yang biasanya dilakukan oleh mahasiswa tersebut sebelum datang ke Unpas adalah menyampaikan pemberitahuan ke pihak universitas mengenai waktu kedatangan dan lokasi kedatangan. (afz/ern)











































