Jasa Pengiriman Motor via KA Melonjak

Jasa Pengiriman Motor via KA Melonjak

- detikNews
Minggu, 07 Sep 2008 11:57 WIB
Jasa Pengiriman Motor via KA Melonjak
Bandung - Pada minggu pertama bulan puasa, pengiriman motor menggunakan kereta api meningkat. Para pemudik memilih mengirimkan motornya terlebih dahulu sebelum mereka tiba di kampung halamannya pada saat lebaran nanti.

Deni Sulaeman (27), staff administrasi PT Serona Express, jasa pengiriman melalui kereta api, mengatakan pada minggu pertama bulan puasa, setiap harinya pengiriman motor sekitar 10 hingga 12 unit per hari. Kondisi ini jauh meningkat dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama. "Tahun lalu pengiriman motor di bawah 10 motor," ujarnya di kantornya, Jalan Stasiun Belakang, Minggu (7/9/2008).

Menurut Deni biasanya pada hari normal, pengiriman motor paling banyak hanya lima unit motor. "Kami perkirakan permintaan pengiriman motor akan melonjak pada H-7," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena keterbatasan kapasitas, maka pihaknya membatasi pengiriman jasa motor hingga 15 September mendatang. "Ini agar pengiriman barang-barang lainnya bisa dilakukan," ujar Deni.

Untuk tarif pengiriman menurutnya disesuaikan dengan kota tujuan. Misalkan ke Solo, tarif pengiriman sebesar Rp 225 ribu. Sementara Surabaya dan Madiun sebesar Rp 400 ribu.

"Barang akan kami kirimkan hingga alamat tujuan tanpa adanya biaya tambahan, asalkan alamatnya masih di dalam kota. Kalau di luar kota ada biaya tambahan," tuturnya.

Bagi yang akan mengirimkan motor melalui kereta api, lanjutnya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, seperti menyertakan STNK asli dan mengosongkan tangki motor.

"Kami menjamin jika motornya hilang, kami akan ganti lagi dengan motor. Kalau STNK-nya yang hilang, akan kami ganti," imbuhnya.

Sementara pengosongan tangki bensin untuk menghindari kemungkinan adanya percikan api yang bisa mengakibatkan kebakaran.

Ditemui di tempat yang sama, salah satu konsumen Sastra Anugraha mengatakan dirinya memilih mengirimkan motornya dengan kereta api ke Bekasi. "Bisa juga sih dipakai dari sini, tapi cape. Jadi mending dikirim saja pakai kereta," tuturnya. (ern/ern)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads