Program yang digelar untuk memperingati 10 tahun SSAS ini terdiri dari pameran seni rupa, peluncuran buku 10 tahun SSAS dan pembukaan pustaka SSAS. Pameran yang melibatkan puluhan seniman akan digelar dari tanggal 5 September sampai 5 Oktober.
Peresmian ditandai dengan disobeknya kain putih yang menghalangi jalan menuju ruang pameran oleh Goenawan. Sebelum acara diresmikan dilakukan penyerahan buku 10 tahun SSAS dari Sunaryo kepada Goenawan sebagai tanda peluncuran buku tersebut. Fashion show 10 desainer Bandung bertajuk Eco Fashion pun turut memeriahkan pembukaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Goenawan selama 10 tahun usia berkiprah SSAS menjadi satu saksi pertemuan berbagai hal tentang kesenian baik itu modal, negara maupun masyarakat.
Sebelumnya dalam sambutannya Dewan Pertimbangan Kuratorial SSAS Seniman Saini KM menyatakan bahwa dirinya mendudukan SSAS sebagai tempat yang ganjil. "Selasar in between," tutur Saini.
Saini mengungkapkan SSAS berada di antara komersial dan pergerakan kesenian. SSAS juga berada di antara keeksklusifan sekaligus dinamika yang luas.
"Selasar memiliki fleksibilitas yang tidak dimiliki lembaga lain dan bergerak leluasa di antara dua kubu," ujar Saini. Selasar, lanjut Saini, penting, unik dan menjadi energi vital dalam dinamika dan revitalisasi kebudayaan.
Sunaryo pun dalam sambutannya menyampaikan kilas balik titik awal perjalanan dan proses perjalanan SSAS. "Selama sepuluh tahun kami belajar besar, belajar hinggap dan terbang," demikian petikan sambutan Sunaryo.
Sambutan diakhiri dengan ucapan terima kasih Sunaryo kepada para seniman dan pihak-pihak yang sudah bekerjasama selaku 10 tahun usia SSAS. Sunaryo memetaforakan SSAS sebagai burung dengan sayap yang patah dan tak akan sanggup terbang tanpa dukungan berbagai pihak.
SSAS didirikan oleh Sunaryo tahun 1998 sebagai ruang publik yang terbuka untuk berbagi ekspresi kesenian. Beragam jenis kegiatan telah berlangsung seperti pameran seni rupa, pementasan seni, pertunjukan, konser musik, dan kegiatan lain yang terkait dengan seni.
(ema/afz)










































