Rudi Alumnus Unisba yang Disebut Gabung ISIS Sempat Pamit Pergi ke Singapura

Rudi Alumnus Unisba yang Disebut Gabung ISIS Sempat Pamit Pergi ke Singapura

Baban Gandapurnama - detikNews
Selasa, 08 Mar 2016 11:55 WIB
Rudi Alumnus Unisba yang Disebut Gabung ISIS Sempat Pamit Pergi ke Singapura
Foto: Twitter
Bandung - Alumnus Universitas Islam Bandung (Unisba), Rudi Jaelani (25), disebut-sebut gabung Islamic State Iraq and Syiria (ISIS). Rudi diklaim pemilik akun Twitter @drpartizan sebagai milisi ISIS asal Indonesia dengan mengunggah dokumen berupa foto ijazah pria warga Kota Bandung tersebut. Selama ini keluarga hanya mengetahui kalau Rudi tengah bekerja di Singapura.

"Rudi cuma sempat pamit pergi ke Singapura. Keluarga enggak ada yang mengantar. Waktu itu Rudi bilang mau bekerja," kata Dede Suhartini, ibu kandung Rudi, di rumahnya, Gang Cibuntu Tengah II, RT 11 RW 06, Kelurahan Warung Muncang, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Selasa (8/3/2016).

Menurut Dede, terakhir kali perjumpaan dengan anak bungsunya tersebut berlangsung pada November 2014. Dia tidak tahu persis tanggalnya. Waktu itu, sambung Dede, Rudi pamit sekaligus meminta restu kepada orang tua dan kakaknya untuk berangkat ke Singapura.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya hanya bisa mendoakan saja agar Rudi diberikan kelancaran dan sukses. Dia (Rudi) enggak bilang pergi ke Singapura dengan siapa saja. Mengakunya sendirian. Enggak nyebut kerjanya nanti di mana dan pekerjaannya apa," ucap Dede.

Sebelum Rudi mengaku hendak bertolak ke Singapura, Dede sempat memberikan uang Rp 7 juta sebagai bekal. Sebagian uang itu, menurut Dede, digunakan Rudi untuk keperluan pribadi seperti belanja sepatu dan pakaian.

Rudi merupakan anak keempat dari empat bersaudara pasangan suami istri Juen Hidayat (65) dan Dede. Rudi tercatat sebagai alumnus Fakultas Ekonomi Unisba.

"Dia lulus dari Unisba pada 2014. Nah, enggak lama setelah lulus, Rudi ke Singapura," ujarnya.

Pihak keluarga tidak mengetahui soal informasi Rudi yang disebut-sebut gabung ISIS dalam kondisi tewas di Turki. "Saya enggak tahu apa-apa. Saya tahunya Rudi kerja di Singapura," ujar Dede.

Setelah Rudi pergi dari rumah dengan alasan mau kerja ke Singapura, April 2015 keluarga sempat berkomunikasi dengan pria kelahiran Bandung 2 Januari 1991 tersebut. Rudi mengontak seorang kakaknya via WhatsApp. "Dia (Rudi) bertanya kabar keponakan dan keluarga. Setelah itu enggak ada kabar lagi sampai sekarang," tutur Dede.

Keluarga berulang kali mencoba mengontak via sosial media dan menelepon ke nomor telepon genggam milik Rudi. Namun upaya tersebut tak berhasil. "Handphonenya enggak aktif," ujar Dede.

Hingga kini belum bisa dipastikan apakah Rudi memang ada di Singapura atau tidak. Begitupun kabar beredar yang juga belum dapat dipastikan kebenarannya yang menyebut Rudi berada di Turki sebagai milisi ISIS asal Indonesia dan tewas di sana.

Sebuah akun twitter @drpartizan yang diklaim milik tentara Kurdi pada 5 Maret lalu memposting foto ijazah Unisba atas nama Rudi Jaelani. Disebutkan dokumen itu ditemukan oleh pejuang Kurdi. "Kurdish fighters find documents of an Indonesian ISIS fighter, who used to be a policeman. Travelled via Turkey," kicau @dpartizan.

Selain ijazah, diposting juga transkrip nilai serta foto SKCK milik Rudi. Tak hanya itu tiket serta visa milik Rudi juga diposting. (bbn/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads