Taiwan bersiap menghadapi Topan Champi, yang diperkirakan mencapai daratan pada Jumat, dengan hembusan angin hingga 173 km/jam dan radius sekitar 320km yang mencakup seluruh pulau.
Otoritas Taiwan telah mengimbau warga menjauhi wilayah pesisir dan pegunungan, serta mengevakuasi penduduk di pesisir timur laut yang tinggal di dekat bendungan longsor yang berisiko jebol saat badai melanda.
Hampir 1.000 penerbangan di Taiwan dan negara tetangga, Jepang, dibatalkan, sehingga memengaruhi ribuan penumpang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Champi merupakan topan terbaru dalam rangkaian topan kuat yang terjadi seiring fenomena Super El Nio memanaskan Samudra Pasifik dan memperkuat pembentukan badai.
Taiwan batalkan hampir 1.000 penerbangan
Otoritas Taiwan membatalkan seluruh 262 penerbangan domestik dan lebih dari 660 penerbangan internasional yang dijadwalkan pada Jumat, menurut laporan media setempat.
Layanan kereta api dan feri juga dihentikan sementara, sementara sejumlah ruas jalan raya ditutup menjelang datangnya badai kuat tersebut.
Langkah-langkah ini diambil ketika Taiwan bersiap menghadapi Topan Champi yang diperkirakan menerjang pulau itu dengan angin kencang dan hujan lebat.

BBC
Champi terjang pulau-pulau di utara Filipina
Ketika Topan Champi bergerak semakin dekat ke Taiwan, badai itu juga memicu hujan lebat dan angin kencang di Batanes, gugusan pulau Filipina yang terletak di antara Taiwan bagian selatan dan Pulau Luzon, pulau utama di bagian utara Filipina.
Otoritas setempat telah menaikkan peringatan angin ke tingkat kedua tertinggi dalam sistem peringatan lima tingkat di Batanes.
Status tersebut menandakan angin dengan kecepatan hingga 150 km/jam diperkirakan melanda wilayah itu.
Foto-foto yang diunggah pemerintah daerah melalui Facebook memperlihatkan ombak besar menghantam desa-desa pesisir, sementara sejumlah jalan ditutup untuk lalu lintas.
Belum ada laporan korban jiwa maupun korban luka.
Meski kerap terdampak oleh sekitar 20 badai tropis yang melanda Filipina setiap tahun, masyarakat di Batanes dikenal lebih tangguh menghadapi cuaca ekstrem.
Banyak rumah di wilayah itu dibangun menggunakan batu kapur tebal yang dirancang untuk menahan terpaan angin topan.
Dalam beberapa hari terakhir, Champi bertahan di perairan timur laut Filipina. Di negara itu, badai tersebut dikenal dengan nama Topan Rosal.
Di Okinawa Jepang, lebih dari 3.600 rumah tangga alami pemadaman listrik
Seperti dilaporkan koresponden BBC di Tokyo, Jepang, sebanyak 3.630 rumah tangga mengalami pemadaman listrik akibat dampak topan, menurut perusahaan utilitas Okinawa Electric Power.
Perusahaan tersebut mengatakan hujan lebat dan angin kencang menciptakan kondisi berbahaya bagi pekerjaan di luar ruangan.
Karena itu, upaya pemulihan listrik dilakukan melalui pengoperasian jarak jauh.
Di Tokyo, cuaca saat ini hanya berawan. Namun, prakiraan cuaca menunjukkan hujan akan turun selama empat hari berturut-turut mulai Sabtu.
Perdana Menteri (PM) Jepang, Sanae Takaichi, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak topan.
Dalam unggahannya di platform X, ia meminta warga agar "sangat berhati-hati terhadap angin berkekuatan badai, gelombang tinggi, bencana tanah longsor, dan gelombang pasang hingga besok".
Ia juga memperingatkan perlunya kewaspadaan terhadap banjir di daerah dataran rendah serta naik dan meluapnya sungai-sungai di wilayah Okinawa dan Amami.
Banyak pengguna media sosial membalas unggahan Takaichi dengan ucapan terima kasih karena terus memberikan informasi terkini.
Sejumlah warganet mengatakan semakin sedikit orang yang menonton televisi atau membaca surat kabar untuk mendapatkan pembaruan berita.
Taiwan tutup sekolah dan perkantoran saat Topan Champi mendekat
Sekolah dan perkantoran di hampir seluruh wilayah Taiwan ditutup pada Jumat ketika Topan Champi semakin mendekati pulau tersebut.
Seperti dilaporkan jurnalis BBC Chinese, I-ting Chiang, dari 22 kabupaten dan kota di Taiwan, hanya Kabupaten Kinmen, gugusan pulau yang terletak di sebelah barat pulau utama Taiwan, yang tetap menjalankan aktivitas kerja dan belajar seperti biasa.
Bursa Efek Taiwan, salah satu pasar saham terbesar di dunia, juga menghentikan operasinya untuk sementara pada hari ini.

Kota Taipei diguyur hujan pada Kamis ketika Topan Champi mendekati Taiwan (Reuters)
Hujan lebat mulai mengguyur sejumlah wilayah Taiwan. Beberapa kawasan di Kota Taipei tercatat telah menerima curah hujan lebih dari 200 mm dalam 24 jam terakhir.
Badan Meteorologi Pusat Taiwan memperkirakan area pengaruh badai Topan Champi akan terus melanda Taiwan hingga Sabtu malam.
Angin kencang diperkirakan menerjang wilayah utara pulau itu, dengan hembusan angin mencapai skala 12 Beaufort, tingkat tertinggi dalam skala tersebut.
Otoritas setempat mengimbau warga untuk menjauhi pantai dan kawasan pegunungan.
Satu orang tewas terseret ombak, 94 lainnya terluka
Otoritas penanggulangan bencana Taiwan mengungkapkan, satu orang meninggal dunia pada Kamis setelah terseret ombak di Liuqiu, sebuah pulau karang kecil di barat daya pulau utama Taiwan.
Dalam konferensi pers, pihak berwenang juga melaporkan bahwa topan tersebut telah menyebabkan 94 orang mengalami luka-luka, menurut dinas pemadam kebakaran setempat.
Otoritas mengatakan banyak dari korban luka mengalami cedera akibat kecelakaan lalu lintas dan terjatuh.
Musim topan yang sangat aktif
Musim topan tahun ini berpotensi menjadi salah satu yang paling aktif di kawasan Asia Timur dalam beberapa tahun terakhir.
Champi merupakan topan ke-30 yang tercatat di Jepang tahun ini, menjadikannya kali pertama sejak 2013 negara tersebut mengalami jumlah badai sebanyak itu.
Di Filipina, topan ini diberi nama Rosal, mengikuti urutan penamaan berdasarkan alfabet.
Dengan demikian, masih ada delapan nama badai tersisa hingga akhir daftar alfabet.
Meski bukan hal yang belum pernah terjadi, cukup jarang bagi Filipina untuk menghabiskan seluruh daftar nama topan dari A hingga Z dalam satu tahun.
Meningkatnya frekuensi badai belakangan ini dikaitkan dengan fenomena El Nio yang luar biasa kuat.
Fenomena alam yang muncul secara berkala di Samudra Pasifik setiap beberapa tahun itu dapat memicu cuaca ekstrem, mulai dari kekeringan hingga topan.
Para ilmuwan memperkirakan lebih banyak topan masih akan terbentuk sebelum akhir tahun ini.
Artikel ini akan diperbarui secara berkala.
(nvc/nvc)
