Eks Bos Geng Divonis Bersalah Atas Pembunuhan Rapper Tupac Shakur

Eks Bos Geng Divonis Bersalah Atas Pembunuhan Rapper Tupac Shakur

BBC Indonesia - detikNews
Selasa, 01 Sep 2026 15:51 WIB
Tupac Shakur berpose untuk sebuah foto potret saat ajang Source Awards 1994 di Paramount Theatre, New York, pada 25 April 1994.
Tupac Shakur berpose untuk sebuah foto potret saat ajang Source Awards 1994 di Paramount Theatre, New York, pada 25 April 1994.
Jakarta -

Eks bos geng Duane "Keffe D" Davis dinyatakan bersalah karena menjadi dalang pembunuhan Tupac Shakur.

Ini menandai vonis pertama dalam kasus lama yang tak kunjung terpecahkan dan telah memikat perhatian penggemar hip-hop selama hampir 30 tahun.

Juri memutuskan Davis bersalah atas satu dakwaan pembunuhan dengan senjata mematikan terkait kematian sang superstar rap, yang tewas dalam penembakan dari kendaraan yang melintas di Las Vegas pada 7 September 1996.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenakan setelan hitam, pria berusia 63 tahun itu berdiri tanpa menunjukkan banyak emosi di ruang sidang Las Vegas saat putusan dibacakan.

Setelahnya, ia menyatakan akan mengajukan banding.

Dalam persidangan, pengadilan mendengarkan rekaman wawancara polisi pada 2008, ketika Davis mengakui dirinya berada di dalam mobil tempat tembakan dilepaskan.

Namun, ia mengatakan bukan dirinya yang menarik pelatuk yang menewaskan Shakur.

Jaksa berargumen bahwa meski Davis tidak menembakkan senjata secara langsung, mantan pemimpin geng jalanan South Side Compton Crips itu memerintahkan penembakan dan menyediakan senjata yang digunakan keponakannya, Orlando Anderson, untuk melepaskan tembakan.

Anderson meninggal dalam insiden penembakan yang tidak terkait pada 2008. Semasa hidupnya, ia membantah terlibat dalam pembunuhan Shakur.

Saat putusan dibacakan pada Senin, sejumlah anggota keluarga Shakur terlihat saling berpegangan tangan. Beberapa di antaranya berpelukan dan menangis.

Shakur berusia 25 tahun ketika ditembak mati pada puncak kariernya sebagai salah satu suara paling berpengaruh dalam dunia rap.

Sepanjang kariernya, ia telah menjual lebih dari 75 juta rekaman di seluruh dunia.

Selama tiga dekade, kasus pembunuhan Tupac Shakur menjadi salah satu perkara paling terkenal di Amerika Serikat, memicu berbagai teori konspirasi dan spekulasi tanpa henti.

Namun, tidak pernah ada satu pun vonis bersalah yang dijatuhkan, hingga sekarang.

Jaksa dalam persidangan menyatakan bahwa Davis merencanakan penembakan tersebut sebagai aksi balas dendam setelah Anderson terlibat perkelahian dengan Shakur dan rombongannya di Las Vegas hanya beberapa jam sebelumnya.

Pembunuhan Shakur terjadi pada masa ketika persaingan antara skena rap Pantai Timur dan Pantai Barat Amerika Serikat sedang memuncak.

Peristiwa itu juga berlangsung di tengah permusuhan antara geng Bloods dan Crips, yang saat itu memiliki keterkaitan kuat dengan budaya hip-hop.

Keluarga Shakur tampak terharu selama sidang berlangsung. Adik perempuan sang rapper memeluk salah satu jaksa setelah putusan dibacakan, sementara anggota keluarga lainnya terlihat duduk sambil menangis di dekatnya.

Di luar gedung pengadilan, para penggemar setia Shakur menunjukkan emosi yang sama.

Sejumlah orang menangis, sementara yang lain bersorak menyambut putusan yang akhirnya memberi titik terang pada kasus yang selama puluhan tahun belum terpecahkan itu.

Bukti kunci

Bukti kunci dalam persidangan ini berasal dari pernyataan Davis sendiri, yang berulang kali dan secara terbuka mengakui bahwa ia berada di dalam Cadillac putih yang menjadi tempat pelaku melepaskan tembakan mematikan tersebut.

Selama bertahun-tahun, Davis menyampaikan pengakuan itu dalam berbagai wawancara media, dokumenter, dan memoarnya.

Dalam keterangannya, ia mengungkap detail mengenai peristiwa yang berujung pada penembakan Tupac Shakur di Las Vegas pada September 1996.

Jaksa menjadikan pernyataan-pernyataan tersebut sebagai bagian penting dari kasus mereka, dengan berargumen bahwa pengakuan Davis menempatkannya di lokasi kejadian dan menunjukkan keterlibatannya dalam serangan yang menewaskan sang rapper.

Pengakuan yang disampaikan secara terbuka itulah yang pada akhirnya membantu penyidik membangun kasus yang mengarah pada vonis bersalah, hampir 30 tahun setelah pembunuhan Tupac mengguncang dunia musik dan budaya populer.

Ia pertama kali mengungkapkan perannya dalam kematian Shakur kepada pihak berwenang dalam sebuah wawancara rahasia dengan polisi pada 2008, yang dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan terkait kematian sesama rapper Notorious B.I.G., yang bernama asli Christopher Wallace.

Davis kemudian memaparkan keterlibatannya secara lebih rinci dalam memoar yang diterbitkannya pada 2019, Compton Street Legend.

Namun, isi buku tersebut serta berbagai wawancara yang ia berikan kepada media pada akhirnya membatalkan perlindungan yang sebelumnya ia peroleh melalui kesepakatan dengan aparat penegak hukum.

Kesepakatan itu semula mencegah jaksa mengajukan tuntutan pidana terhadap dirinya.

Pengadilan kemudian memutuskan bahwa pernyataan yang diberikan Davis dalam wawancara rahasia dengan polisi pada 2008 dapat digunakan sebagai alat bukti dalam persidangan pembunuhan yang menjeratnya.

Keputusan itu menjadi langkah krusial yang memungkinkan jaksa membawa kasus tersebut ke pengadilan, hampir tiga dekade setelah pembunuhan Tupac Shakur terjadi.

'Dia orang yang memberikan perintah'

Dalam argumen penutupnya, jaksa Binu Palal meminta para juri untuk mempercayai pengakuan Davis sendiri dan menyatakannya bersalah.

Selama bertahun-tahun, kata Palal, Davis berulang kali mengatakan kepada publik bahwa dirinya bertanggung jawab atas pembunuhan Tupac Shakur, baik melalui dokumenter, memoar, podcast, maupun wawancara dengan polisi.

"Dia adalah orang yang memberi perintah. Dalam setiap versi cerita yang ia sampaikan, dia adalah pemimpin South Side Crips," kata Palal kepada para juri.

"Ketika orang yang memberi perintah duduk di kursi penumpang depan saat tembakan dilepaskan, tidak ada keraguan bahwa dia bertanggung jawab."

Jaksa berargumen bahwa pernyataan-pernyataan Davis sendiri secara konsisten menunjukkan perannya sebagai pengendali operasi penembakan tersebut, sehingga para juri tidak perlu mencari bukti lain untuk menyimpulkan keterlibatannya dalam pembunuhan sang rapper.

Foto Tupac Shakur (kiri) dan Marion ReutersFoto Tupac Shakur (kiri) dan Marion "Suge" Knight pada 1996 ditampilkan selama persidangan kasus pembunuhan tersebut.

Sepanjang persidangan, tim pembela Davis berupaya meyakinkan para juri bahwa pernyataan-pernyataannya hanyalah karangan belaka, penuh bualan dan dilebih-lebihkan untuk membantu menjual buku serta menghasilkan uang.

Dalam argumen penutupnya, pengacara Davis, Michael Sanft, mendesak juri agar tidak mempercayai kliennya sendiri. Ia menggambarkan Davis sebagai seorang pembohong yang gemar mengarang cerita demi kepentingan komersial.

"Tidak ada bukti," kata Sanft kepada para juri.

Namun, hanya beberapa jam setelah kasus tersebut diserahkan kepada juri untuk dipertimbangkan pada Senin, mereka mencapai putusan yang menyatakan Davis bersalah.

Sesaat sebelum ruang sidang dikosongkan, Hakim Pengadilan Distrik Clark County, Carli Kierny, menetapkan sidang pembacaan hukuman bagi Davis pada 13 Oktober.

Ketika hakim membacakan sejumlah langkah prosedural berikutnya dalam perkara itu, Davis tampak menyela dengan mengangkat tangannya.

"Saya ingin barang-barang saya dikembalikan," kata Davis kepada hakim, merujuk pada sejumlah barang pribadinya, termasuk telepon genggamnya.

Ia kemudian menambahkan:

"Saya ingin mengajukan banding atas perkara ini."

Hakim menjelaskan bahwa proses banding dapat dilakukan setelah vonis hukuman dijatuhkan.

Dengan putusan bersalah tersebut, kasus pembunuhan Tupac Shakur yang selama hampir tiga dekade menjadi misteri akhirnya mencatat vonis pidana pertamanya.

Namun, proses hukum tampaknya belum berakhir karena Davis menyatakan niatnya untuk menantang putusan itu melalui jalur banding.

Siapa Tupac Shakur?

Tupac adalah salah satu tokoh hip-hop yang paling berpengaruh.

Lahir di New York pada 1971, dia dinamai persis dengan nama pemimpin gerilya Amerika Selatan, Tupac Amaru II.

Pada 1991, dia merilis album debutnya.

Tupac merupakan salah satu musisi terlaris sepanjang masa. Hal ini dibuktikan dengan penjualan lebih dari 75 juta keping rekaman di seluruh dunia, termasuk single bertajuk Ghetto Gospel yang dirilis pada 2004delapan tahun setelah dia meninggal.

Dia resmi masuk ke dalam Rock and Roll Hall of Fame pada 2017.

Dia juga meraih kesuksesan dalam berakting di film-film seperti Juice, Poetic Justice, Above The Rim, Gridlock'd, dan Gang Related.

Rapper Tupac Shakur berpose untuk foto di belakang panggung setelah penampilannya di Regal Theater di Chicago pada Maret 1994. Getty ImagesRapper Tupac Shakur berpose untuk foto di belakang panggung setelah penampilannya di Regal Theater di Chicago pada Maret 1994.

Tupac dibesarkan oleh seorang ibu tunggal bernama Afeni Shakur, seorang aktivis dalam kelompok hak sipil radikal Black Panthers.

Tupac sendiri secara terbuka menyanyikan rap dan berbicara tentang ketidakadilan sosial seperti rasisme institusional, kemiskinan, dan kebrutalan polisi.

Pengaruh Tupac dalam hip-hop telah dipuji oleh artis lainmungkin yang paling terkenal adalah Kendrick Lamar, salah satu tokoh ternama dalam genre ini.

Kendrick berulang kali menyebut sosok Tupac sebagai inspirasi.

Bahkan, rapper 50 Cent pernah mengatakan bahwa "setiap rapper yang tumbuh di tahun sembilan puluhan berutang sesuatu kepada Tupac".

Bagaimana Tupac meninggal?

Tupac baru berusia 25 tahun ketika ia ditembak empat kali di jalanan Las Vegas pada 7 September 1996.

Polisi mengatakan bahwa dia terlibat dalam perkelahian di kasino sebelum penembakan tersebut.

Menurut laporan polisi, saat kejadian itu terjadi, Tupac berada di dalam mobil BMW yang berhenti di lampu merah.

Saat itulah sebuah Cadillac putih mendekat di samping kendaraan tersebut dan seseorang melepaskan tembakan dari dalam mobil.

Tupac dibawa ke rumah sakit dan dipasang alat bantu pernapasan, tetapi meninggal enam hari kemudian.

Akankah kita mengetahui siapa yang membunuh Tupac?

Penyelidikan atas pembunuhan Tupac telah berlangsung selama beberapa dekade.

Mungkin saksi yang paling penting yang masih hidup adalah Marion "Suge" Knight, seorang petinggi eksekutif label rekaman yang berada di dalam mobil bersama Tupac ketika tembakan dilepaskan.

Marion tidak pernah sepenuhnya bekerja sama dengan para penyelidik mengenai apa yang dia saksikan malam itu.

Mantan pemimpin geng Duane ReutersMantan pemimpin geng Duane "Keffe D" Davis, 63 tahun, adalah satu-satunya orang yang pernah didakwa sehubungan dengan kematian Tupac.

Pada September 2023, polisi di Las Vegas mendakwa Duane "Keffe D" Davis terkait pembunuhan Tupac.

Polisi menyebut Davis sebagai "pemimpin dan dalang" dari geng jalanan South Side Compton Crips.

Davis telah mengatakan pada beberapa kesempatan, termasuk dalam memoarnya, bahwa dia berada di dalam mobil tempat tembakan dilepaskan.

Jaksa penuntut mengatakan bahwa mendiang keponakan Davis, Orlando Anderson, terlibat perkelahian dengan Tupac di sebuah kasino sebelum penembakan dan juga berada di dalam Cadillac bersama Davis.

Anderson, bersama dengan penumpang Cadillac lainnya, Terrence Brown dan Deandrae Smith, semuanya telah meninggal dunia.

Jaksa penuntut dalam persidangan yang diperkirakan akan berlangsung selama beberapa minggu, akan berargumen bahwa Davis memerintahkan pembunuhan tersebut.

Pria berusia 63 tahun itu menghadapi hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat jika terbukti bersalah.

Sejak penangkapannya pada 2023, ia telah menarik kembali pernyataan sebelumnya dan membantah keterlibatannya dalam kematian Tupac.

Seorang wanita berjalan sementara orang lain berdiri di depan mural bintang hip-hop Tupac Shakur di London pada tahun 2024.ReutersTupac adalah dan mungkin masih tetap salah satu tokoh hip-hop yang paling berpengaruh.

"Saya tidak bersalah. Saya tidak membunuh siapa pun. Tidak pernah membunuh siapa pun," kata Davis pada Maret 2025 dalam sebuah wawancara dari penjara dengan ABC News.

"Mereka tidak punya bukti terhadap saya."

Dengan demikian, persidangan di Las Vegas kemungkinan besar tidak akan memperjelas siapa sebenarnya yang menembakkan senjata tersebut.

Namun, Shaun Kent, seorang ahli hukum, mengatakan kepada podcast BBC Fame Under Fire: The Tupac Murder Trial bahwa jaksa penuntut akan mencoba menggambarkan mantan pemimpin geng tersebut sebagai dalang pembunuhan Tupac.

"Mereka akan menggunakan teori 'tangan satu orang, tangan semua orang' yang menyatakan bahwa Davis mungkin tidak menembakkan tembakan, tetapi tembakan itu tidak akan terjadi jika dia tidak ada di sana," jelas Kent.

Lihat juga Video 'Terdakwa Otak Pembunuhan Tupac Shakur Hadir di Persidangan':

(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini