Mungkinkah Korps Garda Revolusi Iran Dinyatakan sebagai Teroris?

ADVERTISEMENT

Mungkinkah Korps Garda Revolusi Iran Dinyatakan sebagai Teroris?

BBC Indonesia - detikNews
Selasa, 24 Jan 2023 12:06 WIB
Getty Images
Jakarta -

Inggris dan Uni Eropa akan segera menyatakan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi teroris.

IRGC merupakan kekuatan militer, politik dan ekonomi negara yang memerangi ancaman terhadap rezim Islam Iran di dalam negeri dan memproyeksikan kekuatannya ke luar negeri.

Mengapa IRGC bisa dikategorikan sebagai organisasi teroris?

Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly mengatakan tengah mempertimbangkan langkah tersebut setelah negara itu mengeksekusi Alireza Akbari, mantan menteri pemerintah Iran yang menetap di Inggris dan memiliki kewarganegaraan Inggris.

Cleverly menuturkan bahwa Akbari "terpancing" kembali ke Iran, di mana dia "menjadi sasaran proses hukum rezim yang terkenal kejam dan sewenang-wenang".

Akbari divonis sebagai mata-mata untuk Inggris. Dia membantah tuduhan itu dan mengatakan agen intelijen Iran menyiksanya agar mengaku.

Badan intelijen Inggris juga mengatakan bahwa lembaga intelijen Iran telah menargetkan 10 orang lain di Inggris selama setahun terakhir, termasuk jurnalis Iran.

Baca juga:

Alireza Akbari

Akbari dieksekusi setelah dinyatakan bersalah memata-matai Iran untuk Inggris (Reuters)

Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock dan Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen sama-sama mendesak agar Uni Eropa memasukkan IRGC ke dalam daftar terorisnya juga.

Mereka menyinggung peran IRGC dalam menekan rentetan aksi unjuk rasa di Iran setelah kematian perempuan Kurdi berusia 22 tahun, Mahsa Amini. Amini berada dalam tahanan polisi moral Iran sebelum meninggal dunia.

Parlemen Eropa telah mengeluarkan resolusi yang mendukung penetapan IRGC sebagai kelompok teroris, tetapi negara-negara anggota Uni Eropa perlu menyetujui langkah itu.

AS telah memasukkan IRGC ke dalam daftar terorisnya pada 2019 karena karena kelompok itu telah lama mendukung kelompok bersenjata seperti Hizbullah.

Apa itu Korps Garda Revolusi Islam?

IRGC didirikan pada 1979, setelah revolusi Iran, untuk mempertahankan sistem Islam yang baru. IRGC mulanya dioperasikan sebagai kekuatan militer alternatif tentara Iran.

"Dulu brigade milisi tunggal, tetapi sekarang telah berkembang menjadi organisasi besar," kata Dr Sanam Vikal dari lembaga think tank urusan internasional Chatham House di London.

Unit IRGC menembakkan rudal balistik jarak jauh Shahab-2 selama latihan di gurun dekat Qom pada 2 November 2006

Angkatan udara IRGC mengawasi program rudal balistik Iran (AFP)

IRGC memiliki pasukan darat, laut, dan udaranya sendiri dengan total 190.000 personel.

Pasukan ini menjalankan program rudal balistik dan nuklir Iran.

IRGC juga telah membangun kerajaan bisnis besar-besaran, memiliki perusahaan di sektor-sektor pertahanan, teknik dan konstruksi, dan diperkirakan mengendalikan sepertiga ekonomi Iran.

Apa yang telah dilakukan IRGC di Iran?

IRGC menerapkan keamanan internal di Iran melalui sayap paramiliternya, Pasukan Perlawanan Basij.

Garda ini telah berada di garis depan dalam meredam protes anti-pemerintah selama empat bulan terakhir.

Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia yang berbasis di AS mengatakan setidaknya 522 orang telah tewas.

"Basij telah melakukan begitu banyak tindakan kekerasan yang tidak terkendali, dan pemukulan sampai mati," kata Prof Maryam Alemzadeh dari Universitas Oxford.

"Tindakan itu tidak membantu pemerintah, karena kekerasan baru saja memicu lebih banyak protes."

Relawan paramiliter Basij berparade dengan sepeda motor di Teheran, 2022

Relawan Basij IRGC digunakan untuk menindak protes anti-pemerintah (Reuters)

Apa yang dilakukan IRGC di luar negeri?

Perwakilan asing paling terkenal dari IRGC adalah Pasukan Quds di Yerusalem.

Pasukan ini menyediakan senjata, uang, dan pelatihan untuk kelompok bersenjata di Timur Tengah termasuk Hizbullah yang berbasis di Lebanon, milisi Syiah di Irak, dan pasukan yang setia kepada pemerintah Suriah.

"Pasukan Quds memperkuat pasukan-pasukan persahabatan di tempat-tempat di mana keseimbangan kekuatan dapat diubah demi kepentingan Iran," kata Prof Alemzadeh.

"Rezim Iran menganggap AS sebagai musuh terbesarnya dan mensponsori kelompok untuk menyerangnya di negara lain," kata Dr Vakil.

Pendukung pasukan Hizbullah

Pendukung Hizbullah di Lebanon memegang foto pemimpin tertinggi Iran. Hizbullah didukung oleh Pasukan Quds IRGC. (Getty Images)

AS menuduh Pasukan Quds - dan kelompok-kelompok yang didukungnya - membunuh ratusan personel militer AS di Irak dan tempat lain di Timur Tengah.

Apa artinya jika IRGC dinyatakan sebagai kelompok teroris?

Menetapkan IRGC sebagai kelompok teroris berarti menjadi bagian dari organisasi tersebut adalah pelanggaran, begitu pula mendukungnya.

Asetnya akan dibekukan di negara tempat kelompok itu terdaftar, dan tidak ada warga negara atau bisnis di sana yang diizinkan memberikan uang kepadanya.

"Menyasar pada Korps Pengawal akan merugikan Iran karena mereka memiliki peran yang begitu besar dalam operasi pemerintah, baik internal maupun eksternal," menurut Dr Vikal.

"[Garda] itu adalah bagian besar dari negara Iran, jadi itu adalah target yang bagus."

Dia memperingatkan bahwa Iran mungkin membalasnya dengan menyatakan angkatan bersenjata Inggris dan negara-negara Uni Eropa sebagai kelompok teroris, yang dapat menjadikan mereka sebagai target di Timur Tengah.

Namun, Prof Alemzadeh skeptis tindakan itu akan merusak operasi IRGC.

"Itu tidak akan membuat banyak perbedaan praktis, karena sudah ada begitu banyak sanksi terhadap Iran," katanya.

"Aksi ini akan lebih banyak dilakukan sebagai efek simbolis."

(ita/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT