Rusia Diduga Rencanakan Serangan Darat Besar-besaran Saat Tahun Baru!

ADVERTISEMENT

Rusia Diduga Rencanakan Serangan Darat Besar-besaran Saat Tahun Baru!

BBC Indonesia - detikNews
Jumat, 16 Des 2022 16:55 WIB
Prajurit Ukraina di sekitar wilayah Bakhmut, Donetsk, di mana pertempuran sengit dengan Rusia terjadi. (EPA)
Jakarta -

Ukraina menuduh Rusia merencanakan serangan darat besar-besaran pada awal tahun baru, meskipun belakangan ini militer Rusia mengalami kemunduran.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan sejumlah pejabat senior telah mengingatkan agar Kyiv dan para sekutunya berhati-hati dan tidak berpuas diri dengan situasi belakangan ini.

Menurut para jenderal senior, serangan itu mungkin terjadi di wilayah Donbas timur, selatan, atau bahkan mendekati Kyiv.

Sementara itu, para analis Barat menilai kemampuan Rusia melakukan operasi darat yang sukses telah menurun dengan cepat.

Perwira militer paling senior Inggris, Laksamana Sir Tony Radakin mengatakan bahwa perang hanya akan membuat situasi Moskow lebih buruk lagi, sebab menurut dia, Moskow tengah kekurangan amunisi artileri yang kritis.

Dalam serangkaian pernyataan pers, Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov mengklaim bahwa ada semakin banyak bukti yang menunjukkan Rusia tengah merencanakan serangan baru yang luas, meski mereka telah menghadapi serangkaian kekalahan di medan perang.

Reznikov berspekulasi bahwa serangan itu mungkin terjadi pada Februari, tepat ketika setengah dari 300.000 tentara yang mengikuti program wajib militer Rusia untuk menyokong perang di Ukraina akan selesai berlatih.

"Bagian kedua dari mobilisasi, sekitar 150.000 [tentara] melakukan persiapan minimal tiga bulan. Itu berarti mereka mencoba untuk memulai gelombang serangan berikutnya mungkin pada Februari, seperti tahun lalu. Itu rencana mereka, kata Reznikov kepada The Guardian.

"Kremlin sedang mencari solusi baru [untuk] meraih kewenangan," lanjut Reznikov yang juga menduga bahwa Rusia akan memobilisasi lebih banyak warganya.

Sementara itu, The Economist melaporkan bahwa serangan dapat terjadi setelah Januari, namun lebih mungkin pada musim semi.

Prediksi itu bersumber dari Presiden Zelensky, Panglima militer Ukraina Jenderal Valery Zaluzhny dan Komandan Angkatan Darat Jenderal Oleksandr Syrskyi dalam wawancara mereka baru-baru ini.

"Rusia sedang mempersiapkan sekitar 200.000 tentara baru. Saya yakin mereka akan melakukan serangan lagi di Kyiv," kata Jenderal Zaluzhny.

Rusia "100% sedang bersiap", kata dia.

"Tugas strategis yang sangat penting bagi Ukraina adalah mempersiapkan cadangan dan mempersiapkan perang, yang mungkin berlangsung pada Februari, paling lambat bulan Maret, dan paling buruk pada akhir Januari".

"[Serangan] ini mungkin bukan dimulai di Donbas, tapi ke arah Kyiv, ke arah Belarusia, dan saya tidak mengesampingkan arah selatan juga," tuturnya.

Grafis wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia.BBC

Rusia-Ukraina telah menepis opsi gencatan senjata saat perayaan Natal.

Sejauh ini, juga tidak ada pembicaraan yang mengarah untuk mengakhiri konflik.

Menurut pengamat militer, kebuntuan dapat terjadi pada musim dingin ini bahkan ketika pertempuran sengit terus berlanjut, khususnya di wilayah Donetsk, di mana pasukan Rusia berupaya merebut Kota Bakhmut.

Ukraina pun telah meningkatkan pertahanan udaranya secara signifikan terhadap ancaman rudal Rusia dengan bantuan sekutu-sekutu Baratnya.

Namun Ukraina juga menyerukan dukungan persenjataan yang lebih canggih.

Pada Kamis lalu, negara-negara Barat meningkatkan dukungan mereka terhadap Ukraina berupa dana tambahan dan pelatihan militer.

Para pemimpin Uni Eropa setuju untuk menyediakan anggaran 18 miliar untuk Ukraina pada tahun depan, sekaligus menjatuhkan paket sanksi kesembilan untuk Moskow.

Sementara itu di Washington, militer AS mengumumkan akan memperluas pelatihan personel militer Ukraina di Jerman.

Mulai Januari, 500 tentara dilatih setiap bulannya, menambah lebih dari 15.000 tentara Ukraina yang telah dilatih oleh AS dan para sekutunya sejak April.

(ita/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT