Kisah Ibu Melahirkan Bayi Kembar Sembilan

ADVERTISEMENT

Kisah Ibu Melahirkan Bayi Kembar Sembilan

BBC Indonesia - detikNews
Rabu, 14 Des 2022 15:17 WIB
Jakarta -

Satu-satunya kembar sembilan di dunia, yang lahir pada saat yang bersamaan, telah kembali dengan selamat ke Mali, Selasa (13/12/2022), setelah berada di Maroko selama 19 bulan.

Sembilan bayi ini memegang Rekor Dunia Guinness sebagai satu-satunya bayi kembar dengan jumlah terbanyak, yang bisa dilahirkan dengan selamat.

Sebelum melahirkan pada Mei 2021, sang ibu, Halima Cise, sekarang berusia 27 tahun, terbang ke Maroko untuk menjalani perawatan khusus.

Sebelum kembali ke Mali, sang ibu dan sembilan bayi ini mendapatkan dukungan kesehatan di Casablanca.

Bayi-bayi ini, lima perempuan dan empat laki-laki, lahir melalui bedah caesar saat usia kandungan 30 pekan.

"Jelas tidak mudah... ada kalanya sangat melelahkan [tetapi] ketika melihat semua bayi ini sehat, kami sungguh lega. Semua [kesusahan] jadi terlupakan," kata Abdelkader Arby, sang ayah, perwira di angkatan bersenjata Mali.

Baca juga:

Melahirkan bayi kembar berisiko dan ibu dengan bayi lebih dari empat kadang dianjurkan untuk menggugurkan satu atau dua bayi di negara-negara yang melegalkan aborsi.

Ada juga risiko bayi-bayi akan mengalami masalah kesehatan karena lahir prematur, seperti sepsi dan cerebral palsy.

Sebelum pulang ke Mali, sang ibu dan sembilan bayinya tinggal di satu apartemen di Casablanca yang dimodifikasi khusus sehingga bisa memenuhi semua kebutuhan kesehatan mereka.

Tidak hanya itu, disediakan pula perawat untuk membantu Halima Cise merawat bayi-bayinya.

Bayi-bayi perempuan diberi nama Kadidia, Fatouma, Hawa, Adama dan Oumou, sedangkan yang laki-laki diberi nama Mohammed VI, Oumar, Elhadji dan Bah.

"Semua punya sifat yang berbeda. Ada yang pendiam, ada yang ramai, dan ada juga yang suka menangis. Ada juga yang minta perhatian sepanjang waktu. Saya kira semua ini normal," kata Arby.

Ia mengatakan karena istrinya melahirkan bayi kembar sembilan, ia dan keluarganya sekarang menjadi terkenal di Mali.

"Semua ingin melihat sendiri bagi-bayi kami," katanya.

(ita/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT