Foto-foto Dramatis Protes COVID di Berbagai Kota di China

ADVERTISEMENT

Foto-foto Dramatis Protes COVID di Berbagai Kota di China

BBC Indonesia - detikNews
Selasa, 29 Nov 2022 17:19 WIB
Getty Images
Jakarta -

Pengunjuk rasa di berbagai kota di China turun ke jalan guna menentang kebijakan pemerintah dalam membatasi pergerakan terkait pencegahan penularan Covid-19.

Akibat kebijakan itu, jutaan orang hidup dalam karantina wilayah alias lockdown, uji Covid secara massal, serta pemaksaan isolasi sebagai bagian dari kebijakan nol-Covid yang telah berlangsung selama tiga tahun terakhir.

Menentang kebijakan Presiden Xi Jinping secara besar-besaran belum pernah terjadi sebelumnya. Apalagi, di China, menyuarakan pendapat anti-pemerintah bisa menimbulkan konsekuensi berat.

Berikut pemaparan di mana saja terjadi demonstrasi, mengapa, dan bagaimana khalayak menyuarakan pendapat mereka.

Beijing header BBC ShanghaiReuters

Sebagian besar demonstrasi dalam beberapa hari terakhir tampaknya terkait dengan kebakaran di sebuah blok apartemen di Kota Urumqi. Aturan lockdown dituding sebagai biang keladi atas terkendalanya upaya penyelamatan sehingga sebanyak 10 orang tewas. Pemerintah China membantah klaim ini.

Di Beijing, para demonstran menyalakan lilin untuk mengenang para korban sekaligus memprotes aturan pembatasan pergerakan. Sejumlah demonstran melambaikan kertas putih kosong sebagai simbol penyensoran.

Baca juga:

demonstran melambaikan kertas putih Reuters demonstran di beijing Reuters demo beijing Reuters Shanghai headerBBC

Deretan barikade didirikan di Shanghai, tempat kerumunan pengunjuk rasa berkumpul selama beberapa hari guna memprotes aturan pembatasan terkait Covid-19.

Jalan Wulumuqi, ShanghaiGetty Images

Para demonstran berkumpul di Jalan Wulumuqi Street - bahasa Mandarin yang merujuk pada Urumqi, lokasi kebakaran apartemen. Mereka juga membentangkan kertas putih kosong dan memegang bunga dalam demonstrasi tanpa suara.

polisi ShanghaiReuters

Dalam demonstrasi pada Sabtu (26/11) malam, para pengunjuk rasa terdengar meneriakkan "Xi Jinping, mundur" dan "Partai Komunis, mundur" -- kritik yang sangat jarang terdengar di China.

https://twitter.com/GFWfrog/status/1596590988050698242?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1596590988050698242%7Ctwgr%5E576696f2af92480831aa34df1a29a4d7c31afdc8%7Ctwcon%5Es1_&ref_url=https%3A%2F%2Fpaperusercontent.com%2Fintegrations%2Fembed%2Fiframe%2Ftweet%3Fid%3D1596590988050698242

Sejumlah pengunjuk rasa ditangkap aparat.

polisi Shanghai BBC demonstran ditangkap di Shanghai Getty Images Zhengzhou headerBBC

Selain di Beijing dan Shanghai, demonstrasi menentang aturan pembatasan juga berlangsung di Zhengzhou.

pabrik di ZhengzhouReuters

Terjadi beberapa demonstrasi disertai aksi kekerasan pekan lalu di pabrik iPhone terbesar di dunia, di Zhengzhou, Provinsi Henan, tempat lebih dari 200.000 pekerja telah menjalani lockdown sejak Oktober.

Ratusan pekerja berbaris menentang pemaksaan lockdown dan upah yang terlambat. Perusahaan Foxconn kemudian meminta maaf atas "kesalahan teknis" dalam sistem pembayarannya.

Tetapi Kota Zhengzhou sendiri, dengan populasi sekitar enam juta orang, telah ditetapkan sebagai area lockdown. Pihak berwenang mengatakan orang tidak akan dapat meninggalkan daerah itu kecuali mereka punya hasil tes Covid negatif.

Baca juga:

Covid China: Mengapa ribuan buruh pabrik iPhone di China panik, ketakutan, dan minggat?

Wuhan headerBBC

Demonstrasi juga berlangsung di Wuhan - kota yang pertama kali mencatat kasus Covid-19. Video yang diunggah ke media sosial memperlihatkan sejumlah orang mendorong pagar yang didirikan sebagai bagian dari kebijakan pembatasan penularan Covid.

https://twitter.com/RFA_Chinese/status/1596852419169746944

Diskusi mengenai aksi protes, foto-foto, dan videonya telah diunggah ke media sosial - namun kemudian lenyap terkena penyensoran.

Unjuk rasa berlangsung pula di tempat-tempat lain, termasuk Lanzhou, Guangzhou, Nanjing, dan Chengdu.

(ita/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT