Kisah 2 Pemuda Ukraina yang Bertugas Angkut Jasad Warga Sipil-Tentara

ADVERTISEMENT

Kisah 2 Pemuda Ukraina yang Bertugas Angkut Jasad Warga Sipil-Tentara

BBC Indonesia - detikNews
Selasa, 22 Nov 2022 16:59 WIB
BBC
Jakarta -

Artikel ini memuat detail yang mungkin mengganggu kenyamanan Anda.

Membawa yang mati kembali dari kehampaan, begitulah Artur menjabarkan pekerjaannya.

Dia dan Denys, dua pemuda Ukraina, bertugas mengangkut mayat warga sipil dan tentara yang tewas dalam peperangan brutal ini. Itu termasuk mayat dari pihak lawan, Rusia.

Pada hari ketika kami menemui mereka, mereka berada di sebuah area yang baru dibebaskan di Ukraina timur. Tanah telah rusak oleh puing-puing, parit yang ditinggalkan, dan lubang dalam bekas artileri.

Mereka diberi tahu bahwa ada beberapa mayat yang tergeletak di suatu tempat dalam pemandangan kehancuran apokaliptik ini.

Masih terdengar suara pertempuran dari jauh. Artur mengatakan mereka sepenuhnya sadar akan bahaya pekerjaan mereka, namun menganggap risikonya layak diambil "karena yang terpenting ialah memulangkan mereka yang mati dari perang mengerikan ini".

Denys dan Artur berdiri di bangunan yang hancur oleh perang

Denys (kiri) dan Artur sering menghadiri pemakaman prajurit yang mereka bawa dari medan perang. (BBC)

Mereka membuka pintu van putih mereka, yang ditandai dengan palang merah dan angka 200 - kode militer untuk pengumpulan jasad prajurit. Ada bau amis mayat ketika mereka membuka pintu belakang, dan pemandangan belatung di lantai, dari jasad yang mereka angkut pada pagi harinya.

Artur dan Denys diberi tahu bahwa masih ada beberapa mayat di dekat sana, tapi mereka sekarang harus menemukan lokasinya. Denys menerbangkan dron kecil yang ditempeli kamera untuk mengamati area sekitar.

Mereka tidak hanya mencari mayat, tapi juga tanda-tanda ranjau. Salah satu tim mereka baru-baru ini terluka karenanya. Ranjau adalah bahaya yang selalu mengintai.

Mereka sekarang berhati-hati dengan menggunakan kait untuk membalikkan mayat sebelum mendekatinya. Tentara Rusia dikenal sering memasang jebakan pada bangunan dan bahkan jenazah sebelum mereka mundur.

Hari sebelumnya, seorang enjiner militer Ukraina memberi tahu saya bahwa dia pikir ada sekitar 100.000 ranjau di area-area yang baru dibebaskan di Ukraina Timur. Akan butuh waktu lama untuk membersihkannya.

Sang enjiner berkata bahwa, menurut hitung-hitungan kasar, satu tahun pertempuran sama dengan lima tahun pembersihan ranjau.

Tanda pengenal mayat

Artur dan Denys mencari tanda-tanda pengenal di sekitar mayat yang seringkali sudah tidak bisa dikenali. (BBC)

Setelah menerbangkan dron selama sekitar 20 menit, Artur dan Denys berpikir mereka telah mengidentifikasi kemungkinan lokasi. Itu adalah bangunan yang telah dibombardir, di sebelah rel kereta api yang hancur.

Mereka mengenakan helm dan pelindung badan kemudian berjalan melalui puing-puing dengan hati-hati.

Di dalam struktur yang runtuh itu, ada tiga mayat yang hangus. Awalnya sulit membedakan mayat manusia dengan kayu yang terbakar. Perlahan-lahan, Artur dan Denys mulai mengenali tulang manusia. Mereka dengan seksama menyisir sisa-sisa jasad yang masih utuh - mencari tanda pengenal.

Kali ini, mereka tidak membawa prajurit mereka sendiri, tapi musuh mereka, prajurit Rusia. Tidak ada dokumen identifikasi yang bertahan dari kebakaran hebat itu, namun Artur dan Denys menemukan sisa-sisa sabuk gesper militer Rusia yang hitam terbakar.

Potongan-potongan kecil pelat keramik dari pelindung badan juga menjadi petunjuk bahwa pria-pria ini bertempur untuk Rusia. Ada beberapa barang pribadi yang juga mereka ambil dari lapangan termasuk sepasang kacamata.

Setiap barang mereka potret dan simpan di sebelah mayat. Barang-barang itu akan dikembalikan bersama sisa-sisa jasad manusianya - diletakkan dengan hati-hati di dalam kantong mayat yang kemudian diangkut ke dalam truk mereka.

Artur dan Denys

Van mereka ditandai dengan angka 200 - kode militer untuk pengangkutan jenazah. (BBC)

Perlu beberapa jam untuk merampungkan tugas yang rumit itu, memastikan setiap bagian yang pernah menjadi kehidupan manusia diselamatkan.

Kemudian, jenazah-jenazah yang mereka kumpulkan dibawa ke kamar mayat setempat.

Dimakamkan dengan terhormat

Artur berkata ia merasakan kelegaan yang nyaris spiritual ketika dia membawa jasad dari medan perang, siapa pun mereka.

"Kami merasa bersyukur tubuh-tubuh ini akhirnya akan kembali dari perang," katanya.

Ketika mereka menyelamatkan mayat orang Rusia, dia berkata "ada pemahaman yang jelas bahwa mereka akan ditukar dengan jenazah kami dan jenazah kami akan dimakamkan dengan terhormat di Ukraina".

Pertukaran jenazah antar negara difasilitasi oleh Palang Merah.

Artur dan Denys sering menghadiri pemakaman tentara Ukraina yang mereka bawa kembali dari kehampaan.

Mereka telah mengalami lebih banyak kematian daripada kehidupan selama setahun terakhir. Artur menerima bahwa pada akhirnya itu akan berdampak pada keadaan emosional mereka.

Tetapi dia menambahkan, "Saya mengerti bahwa kami melakukan pekerjaan yang baik dan ini sedikit memotivasi saya dan memberi saya keyakinan bahwa perang akan segera berakhir."

Peran mereka menggambarkan bahwa perang di Ukraina tidak sekadar pertempuran fisik. Ada komponen moral juga, tercermin dalam cara tentara memperlakukan orang, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati.

(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT