Kisah Nelayan Coba Selamatkan Pilot Pesawat Tanzania yang Jatuh

ADVERTISEMENT

Kisah Nelayan Coba Selamatkan Pilot Pesawat Tanzania yang Jatuh

BBC Indonesia - detikNews
Selasa, 08 Nov 2022 16:47 WIB
Jakarta -

Seorang nelayan yang merupakan salah satu penyelamat pertama di lokasi kecelakaan pesawat di Danau Victoria, Tanzania, pada Minggu, menceritakan bagaimana dia mencoba menyelamatkan pilot yang terjebak di kokpit.

Dia juga mengisahkan betapa dia nyaris kehilangan nyawanya saat mencoba menyelamatkan mereka.

Pesawat yang dioperasikan Precision Air, maskapai terbesar kedua di Tanzania, jatuh di Danau Victoria ketika hendak mendarat darurat karena cuaca buruk.

Kecelakaan itu mengakibatkan 19 orang kehilangan nyawanya.

Majaliwa Jackson secara resmi dinyatakan sebagai pahlawan, diberikan hadiah 1 juta shilling Tanzania (sekitar Rp6,7 juta).

Dia juga ditawari pekerjaan menjadi pemadam kebakaran dan penyelamatan berkat usahanya.

Berbicara kepada BBC dari ranjang rumah sakit, di kota tepi danau, Bukoba, sebelum pemerintah mengumumkan gelar barunya, Jackson mengaku dia panik saat melihat pesawat penumpang mendekat dari arah yang salah, sebelum terjun ke danau.

Dia bergegas ke tempat kejadian bersama tiga rekan nelayan dan membantu membuka pintu belakang, dengan menghancurkannya menggunakan dayung.

Cara itu dilakukan untuk menyelamatkan penumpang yang duduk di bagian belakang pesawat.

Jackson mengatakan dia kemudian pindah ke depan dan menyelam ke dalam air. Dia dan salah satu pilot kemudian saling berkomunikasi dengan membuat tanda melalui jendela kokpit.

"Dia mengarahkan saya untuk memecahkan kaca jendela. Saya keluar dari air dan bertanya kepada petugas keamanan bandara, siapa yang sudah datang, apakah mereka memiliki alat yang bisa kami gunakan untuk menghancurkan kaca itu.

"Mereka memberi saya kapak, tapi saya dihentikan oleh seorang laki-laki yang berbicara melalui pengeras suara. Dia mengatakan mereka sudah berkomunikasi dengan pilot dan tidak ada kebocoran air di kokpit," kata Jackson.

Dia menambahkan, setelah dihentikan, dia "menyelam kembali dan melambaikan tangan kepada pilot".

Namun, pilot kemudian menunjukkan bahwa dia masih ingin diselamatkan.

"Dia menunjukkan pintu darurat kokpit kepada saya. Saya berenang kembali, mengambil tali, dan mengikatnya ke pintu, dan kami mencoba menariknya dengan perahu lain, tetapi tali itu putus dan mengenai wajah saya dan membuat saya pingsan. Hal berikutnya yang saya tahu saya ada di sini di rumah sakit," kata Jackson.

Kedua pilot termasuk di antara 19 korban yang meninggal dunia.

Para pelayat, pada Senin, memberikan penghormatan kepada 19 korban dalam sebuah upacara kebaktian yang diadakan di stadion sepak bola lokal di Bukoba.

Berbicara di kebaktian, Perdana Menteri Tanzania Kassim Majaliwa mengatakan pemerintah akan menanggung biaya pemakaman.

Sebelumnya, dia mengatakan penyelidikan ekstensif akan dilakukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan itu.

Baca juga:

Kronologi kecelakaan

Pesawat penumpang Tanzania, Precision Air, yang membawa 43 orang jatuh ke Danau Victoria -- danau terbesar di Afrika -- hari Minggu (06/11) pagi waktu setempat, menewaskan setidaknya 19 orang.

Kecelakaan terjadi ketika pesawat mencoba mendarat di Kota Bukoba yang terletak di tepi danau.

Kecelakaan pesawat Precision AirGetty ImagesPesawat yang dioperasikan Precision Air, maskapai terbesar kedua di Tanzania, jatuh di Danau Victoria ketika hendak mendarat darurat karena cuaca buruk.

Polisi mengatakan posisi pesawat sekitar 100 meter dari landasan saat jatuh di perairan dangkal.

Dari 43 orang di dalam pesawat, 24 orang selamat, menurut pihak Precision Air.

Perdana Menteri Tanzania, Kassim Majaliwa, mengunjungi lokasi kejadian dan menyatakan akan segera dilakukan investigasi untuk mengetahui apa persisnya penyebab jatuhnya pesawat.

"Kami masih mengidentifikasi jenazah, namun besar kemungkinan pilot telah meninggal dunia," katanya.

Tim penyelamat dan nelayan-nelayan setempat berada di lokasi mencoba mengeluarkan penumpang yang berada di dalam pesawat.

Badan pesawat nyaris tenggelam dan yang terlihat hanya bagian ekor, sementara di kanan kirinya tampak tim penyelamat dan perahu-perahu nelayan.

Ujung salah satu landasan di bandar udara Bukoba berada di bibir danau.

Pejabat kawasan, Albert Chalamila, di awal proses penyelamatan ditemukan tiga jenazah.

Tim layanan darurat dan para nelayan berusaha menarik pesawat ATR-42 tersebut dengan menggunakan tali.

"Kami ingin tahu ... apakah kami bisa mengangkat atau menarik pesawat dari air [ke tepi danau]," kata Chalamila.

Presiden Samia Suluhu Hassan menyampaikan dukacita bagi keluarga korban dan menyerukan semua pihak untuk tenang selagi upaya penyelamatan dilakukan.

Pesawat tengah terbang dari kota terbesar di Tanzania, Das es Salaam, menuju Bukoba melalui Mwanza saat mengalami kecelakaan. Sejauh ini, pesawat jatuh diduga karena cuaca buruk.

Precision Air adalah maskapai penerbangan swasta terbesar di Tanzania dan sebagian sahamnya dimiliki oleh Kenya Airways.

Perusahaan ini didirikan pada 1993 dan mengoperasikan rute domestik dan regional.

mapBBC

Simak Video '19 Orang Tewas Akibat Pesawat Jatuh ke Danau di Tanzania':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT