Netanyahu, Eks Kapten Pasukan Elite yang Jadi Sosok Paling Dominan Israel

ADVERTISEMENT

Netanyahu, Eks Kapten Pasukan Elite yang Jadi Sosok Paling Dominan Israel

BBC Indonesia - detikNews
Kamis, 03 Nov 2022 17:28 WIB
Benjamin Netanyahu berada di jalur untuk masa jabatan keenam sebagai perdana menteri (Reuters)
Jakarta -

Ketika Benjamin Netanyahu digulingkan dari kekuasaan pada Juni 2021 setelah 12 tahun berturut-turut menjabat sebagai perdana menteri, para pengamat menyebutnya sebagai akhir dari sebuah era. Sementara para pengkritiknya bicara tentang fajar baru.

Netanyahu menantang pengkritik itu dengan berjanji: Kami akan kembali!

Ternyata kepergiannya hanyalah sementara, sebab Netanyahu membalikkan lanskap politik dengan kemenangan pemilihan yang meyakinkan lebih dari setahun kemudian, menurut hasil pemilu sementara.

Dengan beberapa ironi, Ketua Partai sayap kanan Likud yang berusia 73 tahun tersebut tampaknya telah menggulingkan lawan kiri-tengah yang dipimpin Perdana Menteri petahana, Yair Lapid - yang merekayasa kejatuhan Netanyahu.

Kembalinya Netanyahu yang sangat dramatis pun akan mengunci keyakinan di antara para pendukungnya bahwa "Raja Bibi" secara politik tak terkalahkan.

Pemimpin terlama Israel, Netanyahu - jika hasilnya telah dipastikan - akan memegang rekor sebagai pemimpin yang memegang jabatan enam kali. Lebih banyak daripada perdana menteri lainnya dalam 74 tahun sejarah negara itu.

Benjamin Netanyahu photographed while serving in the Sayeret Matkal commando unit in the 1970s

Pada usia 18 tahun, Netanyahu menghabiskan lima tahun di ketentaraan sebagai kapten di unit komando elite, Sayeret Matkal. (Reuters)

Keberhasilan Netanyahu yang tak tertandingi bersandar pada citra yang ia ciptakan sebagai orang yang paling bisa menjaga Israel dengan aman dari kekuatan musuh di Timur Tengah.

Dia telah mengambil garis yang tegas terhadap Palestina, yakni menempatkan masalah keamanan di atas setiap pembicaraan damai. Juga telah lama memperingatkan ancaman eksistensial yang ditimbulkan Iran.

Namun pencapaian politiknya tergantung pada persidangan yang sedang berlangsung mengenai dugaan suap, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan - tuduhan yang dia bantah dengan keras.

Dan untuk seorang pria yang digambarkan oleh surat kabar Times of Israel sebagai "pemecah belah", lawan-lawannya melihatnya sebagai bahaya bagi demokrasi Israel itu sendiri.

Kematian saudaranya berdampak besar

Benjamin Netanyahu lahir di Tel Aviv pada 1949. Pada tahun 1963, keluarganya pindah ke AS ketika ayahnya Benzion, seorang sejarawan terkemuka dan aktivis Zionis, ditawari jabatan akademis.

Pada usia 18 tahun, ia kembali ke Israel, di mana ia menghabiskan lima tahun di ketentaraan sebagai kapten di unit komando elite, Sayeret Matkal.

Dia terluka dalam serangan terhadap sebuah pesawat Belgia yang dibajak oleh militan Palestina yang mendarat di Israel pada 1972. Netanyahu juga disebut pernah bertempur dalam perang Timur Tengah di tahun 1973.

Benjamin Netanyahu (kanan) selama latihan sebagai anggota unit komando elit tentara Israel Sayeret Matkal pada 1 November 1971GPO via Getty ImagesNetanyahu (kanan) adalah kapten di unit komando elite Sayeret Matkal.

Pada 1976, saudara laki-laki Netanyahu, Jonathan, terbunuh saat memimpin serangan untuk menyelamatkan sandera dari sebuah pesawat yang dibajak di Entebbe, Uganda.

Kematian itu berdampak besar pada keluarga Netanyahu, dan nama saudaranya tersebut melegenda di Israel.

Netanyahu kemudian mendirikan sebuah lembaga anti-terorisme untuk mengenang saudaranya itu, dan pada 1982 dia menjadi wakil kepala misi Israel di Washington.

Dalam semalam, kehidupan publik Netanyahu terbuka lebar. Sebagai seorang pembicara bahasa Inggris yang pandai berbicara dengan aksen Amerika yang khas, dia menjadi wajah yang dikenal luas di televisi AS dan penyokong yang moncer bagi Israel.

Dia pun diangkat sebagai perwakilan tetap Israel di PBB di New York pada 1984.

Naik ke tampuk kekuasaan

Netanyahu terlibat dalam politik ketika dia kembali ke Israel pada 1988. Dia memenangkan kursi untuk Partai Likud di Knesset (parlemen) dan menjadi wakil menteri luar negeri.

Dia kemudian menjadi ketua partai, dan pada tahun 1996 menduduki posisi sebagai perdana menteri Israel pertama yang terpilih secara langsung setelah peristiwa pembunuhan Yitzhak Rabin.

Pendukung Partai Likud bersorak-sorai atas pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 4 Maret 2019 di Tel Aviv, Israel.Getty ImagesNetanyahu memiliki basis politik yang setia di partai Likud.

Netanyahu juga merupakan pemimpin termuda Israel dan yang pertama 'lahir' setelah negara itu didirikan pada 1948.

Meskipun dengan keras mengkritik perjanjian damai Oslo 1993 antara Israel dan Palestina, Netanyahu menandatangani kesepakatan yang menyerahkan 80% Hebron dalam kendali Otoritas Palestina dan setuju untuk penarikan lebih lanjut dari Tepi Barat yang diduduki, dengan banyak celaan dari partai sayap kanan.

Dia kehilangan jabatannya pada 1999, setelah menggelar pemilihan 17 bulan lebih awal. Dia kalah dari pemimpin Partai Buruh Ehud Barak, mantan komandan Netanyahu.

Kebangkitan politik

Netanyahu mengundurkan diri sebagai Ketua Partai Likud dan digantikan oleh Ariel Sharon.

Setelah Sharon terpilih sebagai perdana menteri pada 2001, Netanyahu kembali ke pemerintahan sebagai menteri luar negeri dan kemudian menteri keuangan.

Pada 2005, ia mengundurkan diri sebagai sikap protes atas penarikan Israel dari Jalur Gaza yang diduduki.

Kesempatan itu datang lagi pada 2005, saat Sharon - tepat sebelum terkena stroke hebat yang membuatnya koma - berpisah dari Partai Likud dan mendirikan partai sentris, Kadima.

Perjalanan karir Benjamin Netanyahu

  • 1949 - lahir di Tel Aviv
  • 1967-73 - menjabat sebagai kapten komando tentara
  • 1984 - menjadi duta besar untuk PBB
  • 1988 - masuk ke parlemen dan pemerintahan
  • 1996 - menjadi perdana menteri
  • 1999 - kalah dalam pemilihan umum
  • 2002-03 - menjabat sebagai menteri luar negeri
  • 2003-05 - menjabat sebagai menteri keuangan; tapi mengundurkan diri karena penarikan Israel dari Jalur Gaza
  • Dec 2005 - memenangkan kembali kepemimpinan Partai Likud
  • 2009 - kembali sebagai perdana menteri
  • 2013 - terpilih kembali sebagai perdana menteri
  • 2015 - memenangkan periode keempat
  • 2019 - didakwa atas penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan
  • 2020 - memulai periode kelima; diadili
  • 2021 - digulingkan oleh koalisi oposi
  • 2022 - memenangkan pemilihan untuk keenam kalinya, menurut hasil sementara

Netanyahu memenangkan kepemimpinan Partai Likud dan terpilih sebagai perdana menteri untuk kedua kalinya pada Maret 2009.

Dia menyetujui 'pembekuan' pembangunan permukiman di Tepi Barat selama 10 bulan yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga memungkinkan pembicaraan damai dengan Palestina. Namun negosiasi gagal pada akhir tahun 2010.

Meskipun pada 2009 dia secara terbuka mengumumkan penerimaan bersyarat atas negara Palestina bersama Israel, ia kemudian memperkuat posisinya.

"Negara Palestina tidak akan terwujud, tidak seperti yang dibicarakan orang-orang. Itu tidak akan terjadi," katanya kepada stasiun radio Israel pada 2019.

Konflik di Jalur Gaza

Serangan Palestina dan aksi militer Israel berulang kali membawa Israel dalam konfrontasi di sekitar Jalur Gaza, sebelum dan sesudah Netanyahu kembali menjabat pada 2009.

Konflik keempat Israel dan Palestina yang meletus pada Mei 2021, menghentikan sementara upaya pihak-pihak yang menentang Netanyahu untuk menggulingkannya setelah serangkaian pemilihan yang tidak meyakinkan.

Warga Palestina berjalan di atas puing-puing akibat perang di Jalur Gaza pada 2014AFPIsrael telah empat kali berkonflik besar dengan militan Palestina di Jalur Gaza.

Meskipun selama konflik, Israel mendapat dukungan dari Amerika Serikat, sekutu dekatnya, hubungan Netanyahu dengan Presiden Barack Obama sedang renggang.

Hubungan mereka mencapai titik terendah ketika Netanyahu berpidato di depan Kongres pada Maret 2015, memperingatkan atas "kesepakatan buruk" yang timbul dari negosiasi AS dengan Iran mengenai program nuklirnya.

Pemerintah Obama mengecam pidato itu sebagai campur tangan dan merusak.

Ikatan dengan Donald Trump

Munculnya Presiden Donald Trump pada 2017 melahirkan keselarasan yang lebih erat antara kebijakan pemerintah AS dan Israel, dan dalam setahun Trump mengumumkan pengakuannya atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Langkah tersebut memicu kemarahan di seluruh Dunia Arab - yang mendukung klaim Palestina atas bagian timur Yerusalem yang diduduki Israel sepanjang perang Timur Tengah 1967.

Benjamin Netanyahu dan Donald Trump (25/01/18)AFPNetanyahu memiliki hubungan politik yang dekat dengan Donald Trump.

Pada Januari tahun 2020, Netanyahu memuji cetak biru Trump untuk perdamaian antara Israel dan Palestina sebagai "peluang abad ini", meskipun ditolak oleh Palestina sebagai satu pihak saja.

Netanyahu juga bertemu langsung dengan Trump, menyambut penarikan presiden AS itu dari kesepakatan nuklir Iran pada 2018 dan pemulihan sanksi ekonomi.

Namun Trump membuat pernyataan pedas tentang pemimpin Israel itu, dengan menuduhnya tidak setia, setelah Netanyahu memberi selamat kepada Joe Biden karena memenangi kursi kepresidenan pada November 2020.

Tuduhan korupsi

Setelah tahun 2018, Netanyahu dirundung oleh penyelidikan korupsi, yang memuncak dengan sangkaan suap, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan sehubungan dengan tiga kasus terpisah pada November 2019.

Netanyahu diduga telah menerima hadiah dari pengusaha kaya dan memberikan bantuan untuk mencoba mendapatkan pemberitaan yang lebih positif.

Dia menyangkal tuduhan itu dan mengatakan dia adalah korban dari kampanye hitam yang direkayasa oleh lawan-lawannya. Netanyahu lantas diadili pada Mei 2020.

Tapi persidangan itu merusak elektabilitasnya.

"Kami telah memenangkan mosi percaya yang besar dari rakyat Israel," katanya kepada para pendukung setelah hasil pemilihan menunjukkan perolehan suara yang unggul.

Untuk basis politiknya, kembali Netanyahu menandai dimulainya fajar baru yang lain.

(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT