Flu Burung Meningkat di Inggris, Perusahaan Unggas Minta Vaksinasi

ADVERTISEMENT

Flu Burung Meningkat di Inggris, Perusahaan Unggas Minta Vaksinasi

BBC Indonesia - detikNews
Jumat, 28 Okt 2022 11:14 WIB
Zona Pencegahan Flu Burung (AIPZ) telah dideklarasikan di Inggris, Wales, dan Skotlandia. (PA Media)
Jakarta -

Alex Dunlop dan Pete Cooper

BBC News

Pemilik perusahaan produsen unggas, yang telah kehilangan 100.000 unggas karena flu burung, mengatakan vaksinasi adalah "satu-satunya solusi" untuk wabah tersebut.

Inggris telah dinyatakan sebagai Zona Pencegahan Flu Burung (AIPZ) menyusul wabah di Norfolk, Suffolk, dan Essex bulan lalu.

Mark Gorton, direktur pelaksana Traditional Norfolk Poultry, mengatakan jenis flu ini "sangat mematikan dan menular".

Akan tetapi, pemerintah Inggris menegaskan risiko flu burung ini terhadap kesehatan manusia sangat rendah.

Wakil Kepala Otoritas Veteriner Inggris, Richard Irvine, mengatakan: "Vaksinasi bukan bagian dari kebijakan dan pendekatan terhadap penyakit."

Departemen Lingkungan, Pangan, dan Urusan Pedesaan mengatakan ini adalah wabah flu burung terbesar di Inggris.

Tahun lalu, sedikitnya 48 juta ekor unggas telah dibantai di Inggris dan Uni Eropa akibat wabah flu burung. Di Inggris, sebanyak 190 kasus flu burung dideteksi di peternakan sejak tahun lalu sehingga sebanyak 3,2 juta unggas dimatikan.

Di antara 190 kasus tersebut, sebanyak lebih dari 30 kasus muncul di Inggris sejak awal Oktober 2022.

Baca juga:

Norfolk, Suffolk, dan sebagian Essex mengalami lonjakan kasus flu burung, dengan kasus terbesar ada di Norfolk, sejumlah 32 kasus bulan ini.

Di wilayah itu, kasus terbanyak terjadi di wilayah Attleborough, dengan jumlah 12 kasus hingga Kamis pekan lalu.

Seorang petugas Cagar Alam Wiltshire Wildlife Trust di Danau Langford membawa dua angsa mati yang diduga terinfeksi flu burung.

Seorang petugas Cagar Alam Wiltshire Wildlife Trust di Danau Langford membawa dua angsa mati yang diduga terinfeksi flu burung. (BBC)

Enam kasus dari wabah di Norfolk terjadi di peternakan ayam dan kalkun yang dioperasikan oleh Gorton.

Dia mengaku kehilangan 100.000 unggas, yang merupakan 10% dari keseluruhan jumlah ternaknya.

"Kami tidak pernah berpikir akan seburuk ini, sepertinya kami tidak bisa mengendalikannya," kata dia.

Gorton mengatakan flu burung "biasanya akan mati selama musim panas, tetapi ini justru semakin parah".

Dia mengatakan peternakan telah "melakukan segala cara yang kami bisa" dan memerlukan izin untuk memvaksinasi unggas-unggas itu.

Produsen unggas mengatakan: "Ada vaksin yang tersedia, tetapi sayangnya undang-undang yang mencegah kami menggunakannya.

"Vaksinasi adalah satu-satunya solusi. Kami memvaksinasi ayam kami terhadap penyakit yang secara historis akan memusnahkan mereka - [flu burung] akan bisa teratasi seperti dulu setelah kami diizinkan menggunakan vaksin."

Irvine, wakil kepala otoritas veteriner Inggris, mengatakan "keamanan hayati yang cermat diperlukan untuk melindungi unggas" dari flu burung.

Dia mengatakan diskusi tentang penggunaan vaksin sedang berlangsung "di tingkat internasional".

Irvine juga mengatakan ada "upaya ilmiah yang sedang dilakukan terkait vaksin dan flu burung".

Dia mengatakan pemerintah membutuhkan "jawaban dari ilmu pengetahuan, dan di tingkat internasional, untuk mempertimbangkan kelayakan ... dari penggunaan vaksin".

Irvine menambahkan, masalah khususnya adalah "seberapa baik vaksin cocok dengan virus yang beredar dan menginfeksi unggas".

Simak juga Video: Kasus Flu Burung di Italia Meningkat, Gara-gara Apa?

[Gambas:Video 20detik]




(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT