Krisis Lebanon: Bawa Pistol-Granat, Nasabah Minta Tarik Uang Tabungan

ADVERTISEMENT

Krisis Lebanon: Bawa Pistol-Granat, Nasabah Minta Tarik Uang Tabungan

BBC Indonesia - detikNews
Kamis, 06 Okt 2022 15:53 WIB
Aparat keamanan berjaga-jaga di luar satu kantor cabang Byblos Bank di Antelias, di utara Beirut. (Reuters)
Jakarta -

Para nasabah yang marah, dua di antaranya bersenjata, menyerbu bank-bank komersial di Lebanon, memprotes pembatasan penarikan uang di tengah krisis keuangan yang melanda negara tersebut.

Pada Selasa (04/10/2022), seorang nasabah dengan membawa pistol dan granat, memasuki cabang BLC Bank di Chtaura, mendesak supaya bisa mengambil uang tabungan senilai US$24.000 yang ia simpan di bank tersebut, menurut Depositors' Outcry, kelompok yang memberikan advokasi ke para nasabah.

Kelompok ini, kepada kantor berita Reuters, mengatakan nasabah yang membawa pistol dan granat tersebut bernama Ali al-Saheli.

Ia perlu menarik uang tabungan untuk membayar utang dan membiayai anaknya yang tengah kuliah di Ukraina.

Pernyataan yang dikeluarkan kelompok Depositors' Outcry mengatakan al-Saheli sudah berupaya menjual ginjalnya untuk menutup kebutuhan.

Upayanya menarik tabungan di bank gagal dan ia ditahan oleh aparat keamanan.

Baca juga:

Cynthia Zarazir

Cynthia Zarazir, seorang anggota parlemen, masuk ke satu cabang Byblos Bank dan mendesak bisa menarik uang US$8.500 dari rekeningnya -- yang telah dibekukan oleh pihak bank -- untuk membayar biaya pengobatan. (EPA)

Juga pada Selasa (04/10), sejumlah pegawai perusahaan listrik negara menyerbu First National Bank cabang Kota Tripoli di Lebanon utara, kata saksi mata.

Mereka marah dengan keterlambatan pembayaran gaji dan diharuskan membayar biaya pemrosesan, kata Talal Hajer, wakil dari serikat yang mewakili para pegawai tersebut.

Dalam insiden ketiga, seorang nasabah bersenjata sempat menyandera staf di Byblos Bank di Kota Tyre, Lebanon selatan, menurut kelompok advokasi Depositors' Association.

Nasabah ini membawa pistol dan mendesak supaya bisa menarik uang tabungan US$44.000.

Setelah negosiasi, ia dibolehkan menarik US$9.000 yang langsung ia serahkan kepada anggota keluarga, sebelum ditahan oleh aparat keamanan.

Di kawasan Hamzieh, di pinggiran ibu kota Beirut, seorang nasabah memaksa tinggal di kantor IBL Bank sampai diizinkan menarik uang dari rekeningnya. Tidak diketahui apakah ia bersenjata atau tidak.

Aksi protes di Beirut

Aparat mengamankan seorang pemrotes di depan kantor bank sentral Lebanon di Beirut. (Reuters)

Dan pada Rabu (05/10), Cynthia Zarazir, seorang anggota parlemen, masuk ke satu cabang Byblos Bank dan mendesak bisa menarik uang US$8.500 dari rekeningnya -- yang telah dibekukan oleh pihak bank -- untuk membayar biaya pengobatan.

Ia dilaporkan masuk ke kantor cabang bank ini tanpa senjata bersama beberapa kawan.

Pada pekan ini saya terjadi lima insiden. Pada Senin (03/10), Zaher Khawaja dan beberapa rekannya berhasil menarik US$11.750 dari rekening yang menyimpan uang US$700.000 di BLOM Bank cabang Harek Hreit.

BLOM mengatakan Khawaja tidak bersenjata dan tengah menyelidiki insiden ini.

Bulan lalu, aksi-aksi nasabah yang ingin menarik tabungan atau deposito membuat assosiasi bank mengumumkan bahwa bank-bank komersial di Lebanon tutup selama satu pekan.

Simak juga 'Kapal Kargo Muatan Ribuan Ton Pangan dari Ukraina Tiba di Lebanon':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT