ADVERTISEMENT

Asal-usul Bendera Setengah Tiang Saat Rakyat Inggris Berkabung

BBC Indonesia - detikNews
Selasa, 13 Sep 2022 13:07 WIB
Jakarta -

Tradisi dan konvensi mengatur berbagai hal dalam Keluarga Kerajaan Inggris, tak terkecuali peristiwa menyedihkan seperti kematian.

Setelah Ratu Elizabeth II wafat pada 8 September 2022, Kerajaan Inggris mengumumkan masa berkabung yang berlangsung selama tujuh hari setelah pemakaman.

Berikut adalah sejarah di balik beberapa tradisi yang digunakan untuk menandai peristiwa wafatnya Ratu Elizabeth II. Banyak di antaranya sekarang digunakan di seluruh dunia.

Mengibarkan bendera setengah tiang

Bendera Inggris berkibar di dekat Big Ben.

Bendera di seluruh Inggris dikibarkan setengah tiang. (EPA)

Salah satu cara resmi pertama untuk menandai masa berkabung adalah mengibarkan bendera setengah tiang di gedung-gedung pemerintah dan yang terkait dengan Keluarga Kerajaan.

Meski menggunakan istilah setengah tiang, sebenarnya bendera dikibarkan dengan ketinggian dua per tiga antara bagian bawah dan ujung tiang bendera.

Ini adalah tradisi yang diyakini berasal dari abad ke-17. Dengan menurunkan bendera, ada ruang untuk "bendera kematian yang tak terlihat" di atas bendera sesungguhnya.

Kebiasaan ini dimulai sebagai penghormatan atas kematian seorang kapten atau perwira senior di kapal. Awak kapal lainnya melambangkan kehilangan tersebut dengan menurunkan bendera kapal.

Baca juga:

Peti mati Raja George VI di pemakamannya pada 1952Getty ImagesRencana pemakaman untuk bangsawan Inggris dipandu oleh tradisi dan konvensi.

Anehnya, aturan itu tidak berlaku untuk Royal Standard, bendera yang dikibarkan untuk melambangkan kehadiran penguasa kerajaan. Royal Standard tidak pernah dikibarkan setengah tiang karena monarki terus berlanjut. Setelah Ratu Elizabeth II wafat, anak sulungnya, Pangeran Charles, secara otomatis menjadi Raja Charles III.

Adapun bendera-bendera lain di Inggris akan dikibarkan setengah tiang sampai pukul 08:00, 20 September 2022, sehari setelah Pemakaman Kenegaraan Ratu.

Satu-satunya pengecualian adalah hari penobatan pada 10 September, ketika Yang Mulia Raja secara resmi diumumkan.

Pada hari itu, bendera dinaikkan penuh selama beberapa jam untuk menandai peristiwa tersebut sebelum dikembalikan ke setengah tiang.

Tembakan penghormatan

Tembakan kehormatan untuk Ratu Elizabeth IIGetty ImagesTembakan penghormatan untuk bangsawan sudah wajib dilakukan di Inggris sejak 1808.

Tradisi lain yang terkait dengan masa berkabung Kerajaan Inggris adalah tembakan penghormatan.

Menurut sejarawan Angkatan Darat Inggris, kebiasaan tersebut dimulai pada abad ke-15, ketika kapal perang yang mengunjungi pelabuhan asing melepaskan tembakan ke arah laut untuk menandakan bahwa mereka mendekat dengan maksud damai karena senjata mereka kosong.

Pada 1730, Angkatan Laut Kerajaan Inggris sudah menggunakan penghormatan senjata untuk menandai beberapa kesempatan, meskipun itu tidak menjadi kewajiban bagi Keluarga Kerajaan dan kepala negara lainnya sampai 1808.

Ada aturan rumit yang mengatur jumlah tembakan, tergantung dari mana mereka ditembakkan dan dalam kesempatan apa.

Pada 1827, Board of Ordnance, badan pemerintah Inggris yang bertanggung jawab atas pasokan persenjataan dan amunisi ke Angkatan Laut dan Angkatan Darat Kerajaan Inggris pada abad ke-17 sampai ke-19, menetapkan bahwa 41 adalah jumlah tembakan penghormatan untuk Kerajaan yang benar, ketika ditembakkan dari salah satu Taman Kerajaan di London atau dari Menara London.

Namun, pada beberapa kesempatan dan di beberapa lokasi, jumlahnya menjadi 62 kali.

Tembakan penghormatan telah dilakukan baik untuk menandai wafatnya Ratu Elizabeth II maupun penobatan Raja Charles III.

Pada 9 September, sehari setelah Ratu wafat, sebanyak 96 tembakan penghormatan dilepaskan dari Hyde Park, London. Setiap tembakan melambangkan satu tahun dari 96 tahun usia Ratu Elizabeth II.

Membunyikan lonceng

Sebuah lonceng gerejaGetty ImagesBunyi lonceng tanda berkabung dibuat khusus.

Seluruh gereja, kapel, dan katedral anggota Church of England membunyikan lonceng mereka sehari setelah Ratu Elizabeth II meninggal dunia.

Peristiwa penguasa kerajaan wafat merupakan kesempatan langka untuk menggunakan metode berbeda, yaitu meredam bunyi lonceng dengan memasang bantalan di kedua sisi genta. Hasilnya adalah bunyi lonceng yang diredam dan bergema.

Namun kemudian, lonceng dibunyikan tanpa peredam untuk menyambut raja baru.

Di Inggris, tradisi ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-7, seperti yang disebutkan dalam tulisan-tulisan biarawan Santo Bede tentang kematian Santa Hilda dari Whitby, yang hidup selama periode itu.

Ada hal lain soal pembunyian lonceng.

Salah satu tradisi unik Keluarga Kerajaan adalah membunyikan Lonceng Sevastopol di Kastil Windsor.

Saat Perang Krimea pada 1856, lonceng itu diambil dari Rusia dan dibawa dari Gereja 12 Rasul di Sevastopol, ke Istana Kerajaan.

Sehari setelah Ratu wafat, lonceng berdentang 96 kali untuk melambangkan usia dalam hidupnya, sebuah tradisi yang hanya diberikan kepada anggota senior Keluarga Kerajaan.

Lonceng itu terakhir berbunyi untuk memperingati kematian Ibu Suri pada 2002.

Pemberitahuan di Istana Buckingham

Pemberitahuan kematian Ratu Elizabeth IIGetty ImagesKematian Ratu Elizabeth II diumumkan secara ringkas melalui pemberitahuan di gerbang Istana Buckingham.

Buletin singkat - di atas kertas berbingkai kayu gelap - digunakan untuk memberi tahu publik tentang peristiwa penting kerajaan, seperti kelahiran dan kematian di Istana Buckingham.

Untuk kelahiran, bingkai diletakkan di atas kuda-kuda emas berhias dan diletakkan di halaman depan istana, di dalam pagar. Namun, untuk kematian biasanya dipasang di luar pagar besi.

Kematian Raja George VI pada 1952 dan Raja George V pada 1936, juga diumumkan dengan cara ini.

Simak video 'Penghormatan Raja Charles untuk Ratu Elizabeth di Katedral St Giles':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT