ADVERTISEMENT

Duka Inggris Kehilangan Ratu Elizabeth II: Kami Tak Akan Bisa Lihat Ratu Lagi

BBC Indonesia - detikNews
Sabtu, 10 Sep 2022 08:17 WIB
Getty Images
London -

Begitu fajar menyingsing pada Jumat (09/09) warga berbondong-bondong meletakkan karangan bunga di depan istana-istana yang pernah digunakan Ratu Elizabeth II, termasuk Istana Buckingham dan Kastil Windsor. Kerumunan massa sudah terjadi sejak beredar berita Ratu sedang sakit pada Kamis siang dan disusul pengumuman wafatnya Ratu pada Kamis petang (08/09) waktu Inggris.

Christine, seorang warga yang meninggalkan rumahnya untuk menuju Istana Buckingham pada pukul 05.00 mengatakan Ratu adalah "seorang perempuan yang menakjubkan" yang dapat menyesuaikan diri sesuai tuntutan zaman dengan cara yang "indah dan penuh perasaan".

Christine menambahkan: "Putri saya mengatakan kepada saya kemarin bahwa anak-anaknya tidak akan pernah mengenal ratu... dan itu adalah kehilangan bagi mereka".

Seorang warga di depan Istana Buckingham mengatakan kepada BBC: "Kami tidak akan pernah melihat ratu lagi sepanjang hidup. Kami tidak akan pernah mengalami seseorang bertahta selama Ratu ini. Ini adalah sejarah."

Karangan bunga diletakkan di depan pintu gerbang Kastil Windsor.

Karangan bunga diletakkan warga dan wisatawan di depan pintu gerbang Kastil Windsor. (BBC)

Pengganti Ratu Elizabeth II adalah Raja Charles III dan dua calon penerus berikutnya Pangeran William dan anaknya George akan menjadi calon Raja.

Seorang warga lainnya, Vicky, mengaku bangun pagi untuk membawa putrinya ke Istana Buckingham sebelum pergi bersekolah.

Dia menuturkan putrinya menulis surat kepada Raja Charles yang berisi pesan duka "sangat sedih atas kematian ibu Anda", dan mereka ingin mengantarkan surat itu secara langsung.

Adapun Sheila De Bellaigue, 77, sudah berada di depan Istana Buckingham di London pada Kamis siang (08/09) dan mengetahui Ratu telah meninggal dunia ketika bendera Inggris diturunkan setengah tiang.

"Saya tidak menyadari hal itu sampai saya melihat bendera diturunkan," ungkapnya, "dan barulah saya tahu. Saya merasa sangat sedih, sebagaimana semua orang yang berada di sini."

Hayley Jarvis

Hayley Jarvis mengalihkan haluan dari Stasiun Euston menuju Istana Buckingham. (BBC)

Hayley Jarvis, dari kota Wolverhampton, tengah menunggu kereta di Stasiun Euston ketika muncul berita Ratu mangkat. Dia langsung mengalihkan tujuan menuju Istana Buckingham.

"Saya hanya ingin menunjukkan penghormatan saya," katanya. "Ini sangat menyedihkan. Saya kehilangan ayah baru-baru ini, jadi saya tahu bagaimana perasaan keluarga kerajaan sekarang ini."

Di antara kerumunan massa di tengah guyuran hujan dan mendung pada Kamis petang adalah Harry Wang, seorang warga dari London. Wang yang berprofesi sebagai awak kabin pesawat itu mendekap karangan bunga dan tampak sedih.

"Saya berada di rumah ketika pertama kali mendengar kabar," katanya. "Dia adalah simbol negara dan bangsa ini."

Suzette Williams

Suzette Williams merasa lebih sedih dari perkiraan. (BBC)

Suzette Williams, 51, sedang berada di kereta bawah tanah dengan tujuan Istana Buckingham, ketika keluar pengumuman.

"Saya merasa lebih sedih dari perkiraan," ungkapnya. "Saya pikir ini adalah akhir dari sebuah era. Ratu selalu berada di sini sepanjang hidup saya."

Halte bus di London pasang ucapan berduka

Potret Ratu dipasang di halte-halte bus di kota London bersamaan dengan hari berkabung nasional.

Potret Ratu dipasang di halte bus

Potret Ratu dipasang di halte bus di London. (EPA)

Pesan-pesan duka juga dipasang di banyak stasiun kereta. Di papan pengumuman stasiun kereta bawah tanah North Greenwich, terpampang pesan penghormatan kepada Ratu Elizabeth II atas jasanya kepada negara "penuh dengan kebanggaan" selama bertahta.

Potret Ratu menghiasi sudut-sudut pusat kota London.

Potret Ratu menghiasi sudut-sudut pusat kota London, seperti di luar stasiun ini. (Getty Images)

'Penyiar paling berpengalaman di dunia', kata penulis biografi

Selama bertahkta, Ratu menjadi salah satu "penyiang paling berpengalaman di dunia," kata penulis biografi keluarga kerajaan, Robert Hardman.

Siaran pertama yang dilakukan ratu pada masa Blitz, pengeboman terus menerus oleh Nazi Jerman di Inggris pada 1940 dan 1941, mempunyai "dampak global", tambahnya.

Selain itu, pidato tahunan Ratu pada acara Natal "telah menjadi bagian dari kehidupan kita".

"Suaranya menggema ke seluruh kehidupan kita," kata Hardman dalam acara Today di Radio 4 BBC.

Mogok kerja dibatalkan dan toko tutup sementara

Sejumlah aksi mogok kerja skala besar yang sedianya akan diadakan pekan depan kini ditunda atau dibatalkan menyusul kematian Ratu Elizabeth II.

Kotak pos

Rangkaian mogok kerja, seperti layanan pos, ditunda sesudah Ratu wafat. (Getty Images)

Serikat pekerja pos Royal Mail dan karyawan layanan kereta mengatakan "sebagai bentuk penghormatan atas jasanya kepada negara dan keluarga" maka mereka memutuskan membatalkan mogok kerja dalam waktu dekat.

Sedianya pekerja pos hendak melakukan mogok pada Jumat ini (09/09) dan pekerja kerta yang tergabung dalam RMT pada 15 dan 17 September. Pengemudi kereta yang tergabung dalam serikat Aslef juga menunda aksi mogok yang semula diadakan pada 15 September.

Sementara itu, toko-toko besar seperti Selfridge's ditutup awal pada Kamis dan tetap tutup pada Jumat sebelum dibuka kembali akhir pekan ini. Jaringan toko mainan The Entertainer juga memutuskan menutup semua toko pada Jumat.

Rumah judi Betfred dan William Hill mengatakan mereka tidak buka pada Jumat.


Tonton video 'Ungkapan Cinta Raja Charles III untuk Ratu Elizabeth II di Pidato Perdana' di sini:

[Gambas:Video 20detik]




(nvc/nvc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT